Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Dia kemudian masuk ke kamar mandi, tetapi setelah beberapa saat, dia kembali menjulurkan kepalanya dan bertanya, "Mana handukku?" "Bukannya di dalam sana?" jawab Markus. "Itu kan punyamu," balas Selena. Namun, Markus justru menimpali, "Apa kamu jijik padaku? Aku bahkan sama sekali tidak merasakan hal seperti itu padamu." Dia lalu memakai celana hitam miliknya dan memberikan handuk yang baru saja dipakainya pada Selena. "Ambillah," ucapnya.
9.5977.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.4K kali sebagai selimut handuk
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Baca Semua Ulasan
Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

Hasrat Terpendam Keponakan Tuan CEO

Lilitan handuk itu hanya menutupi dari pinggang hingga sebatas lutut. Yulia bisa dengan jelas menilik penampilan ‘panas’ dan dewasa dari tubuh atletis Nic. Sisa air sedikit menetes dari ujung-ujung rambut Nic yang menjuntai di bagian kening. Ia menyisir sekilas dan tidak memedulikan Yulia yang semakin membeku. Sial! Kenapa dia keluar hanya menggunakan handuk?! Amarise memekik dalam hati seraya mengumpati pria yang masih berstatus suaminya.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
PEWARIS TERSEMBUNYI

PEWARIS TERSEMBUNYI

ujar Endrea dengan melihat ke arah Semuel. Semuel keluar dari selimut dan berjalan ke arah sofa, kemudian kembali ke ranjang dan memberikan satu bag kepada Endrea. "Ini aku sudah menyiapkannya tadi, tapi aku tidak tahu itu muat atau tidak untukmu," ujar Semuel. Endrea langsung keluar dari selimut dan berjalan ke arah kamar mandi, Endrea langsung mandi dan tidak lupa untuk keramas. Saat sudah selesai mandi Endrea mencari-cari handuk disekitar kamar mandi tidak ada, ya tuhan dirinya lupa untuk memgambil handuk Endrea menepuk jidatnya dengan perlahan.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Istri Imutku

Istri Imutku

Berkat hari itu sekarang Kevin jadi mengubah jenis parfumnya. Tak butuh waktu lama bagi Kevin menyudahi proses mandi, lelaki itu keluar dengan hanya memakai lilitan handuk yang menutupi pinggang sampai lutut, memamerkan bentuk otot perutnya yang menggoda. Satu tangan kevin mengacak rambut basahnya.
9.7217.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Kaya Setelah Diusir Mertua

Kaya Setelah Diusir Mertua

Elkan segera meraih handuknya di jemuran, kemudian memberikannya pada Seruni lewat pintu yang sedikit terbuka. Dada Elkan berdebar melihat kulit putih tangan Seruni hingga ke pangkal lengan. "Mana, Mas?"Seruni mendongakkan sedikit wajahnya dan hal itu membuat Elkan tersentak. Secepat kilat pria tampan itu menyerahkan handuknya pada Seruni. Elkan masih membereskan sebagian belanjaan di dalam kulkas. Lagi-lagi dia ternganga ketika Seruni dengan santainya keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan sehelai handuk di tubuhnya yang sintal.
9.8737.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.8K kali sebagai selimut handuk
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
hajar jameela
sudah baca hampir tamat, tapi oleh masalah bab terkunci tak boleh dibuka. saya ingat ada masalah pada good novel. jadi restart baru hingga novel ini terulang seperti sebelum baca. saya tidak ingat bab terakhir saya baca jadi saya tak dapat pilih no bab nya. kalau ada tajuk maby senang saya cari.
iyet sari
setiap bab nya terlalu sedikit paragraf nya, jdi gak puas, sedangkan bab yg terkunci sunggu banyak, misal: baru aja buka kunci bab 10, scroll dikit udh langsung nyampe bab 11 dan harus buka kunci lagi, saran saya meskipun banyak part yg dikunci, setidaknya setiap bab beri paragraf yg lebih banyak
Baca Semua Ulasan
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Emir memberikan pisau kue kepada Ami, memintanya memotong kue itu dengan hati-hati. "Eh, tunggu!" Emir berlari masuk ke dalam kamarnya, karena terlalu bersemangat, Emir tidak menyadari kaitan handuknya yang perlahan terlepas. Handuk itu melorot di depan mata Amira dan juga Aminarsih.
9.9169.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

"Nggak ada yang perlu Kamu tutupin, jadi buat apa pake handuk? Aku kan cuma nyuruh keringin badanmu bukan pakai handuk." "Tapi Saya gak…." "Pakai saja kemeja ini. Aku suka, liat wanita dengan kemeja Pria yang kebesaran. Ini lucu, apalagi tubuhmu kecil." "Heeeh?" "Sebentar, Aku ambilkan pembalutmu dan yang lainnya, Kamu tunggu di dalam sini dulu aja," lalu Reiko menunjuk ke arah sofa yang tadi dilemparkannya handuk ke atasnya.
966.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai selimut handuk
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Gadis Kesayangan Kapten Posesif

Gadis Kesayangan Kapten Posesif

Suaranya rendah, penuh dominasi yang menggoda. "Ka-kamu... katanya cuma minta handuk," cicit Rea, tangannya yang masih memegang handuk putih itu kini meremas benda tersebut di depan dadanya sendiri sebagai tameng yang sia-sia. Arlo menyeringai tipis, matanya turun menatap bibir Rea yang sedikit terbuka karena terkejut. "Aku memang butuh handuk. Tapi sepertinya, melihat wajah kagetmu di pagi hari jauh lebih menyegarkan daripada mandi air dingin."
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Tak lama kemudian, Sela masuk, membawa setumpuk kain dan kotak kecil berisi perhiasan imitasi. “Ayo, saatnya bersiap." Mereka bertiga mulai berdandan bersama, saling membantu satu sama lain. Seli menyisir rambut panjang Esme, lalu mengikat sebagian ke belakang. Menyisakan helaian tipis yang menjuntai di kedua pipi. Sela mengoleskan alas bedak tipis, dan menambahkan sedikit perona pipi merah muda di wajah Esme.
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

Saat Mertua Meminta Jatah Warisanku

“Ayo, berbaring. Kamu harus dikompres. Aku boleh pinjam handuk kecilmu?” “Ada di lamari pintu nomor tiga. Buka aja. Isinya handuk semua itu.” Gegas aku bergerak mendatangi lemari yang Katniss maksud. Benar saja. Satu lemari besar itu isinya beragam handuk dengan ragam warna serta ukuran. Astaga, orang kaya memang unik-unik, pikirku. Kupilih sebuah handuk kecil untuk mengompres anak itu. Harapku, semoga saja setelah ini demamnya segera turun. Aku tidak senang jika Katniss sakit apalagi terlalu lama.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status