Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setipis Benang Sutera

Setipis Benang Sutera

ucapnya menenangkan Lia, tergambar raut khawatir di wajahnya. "Mario, tolong kamu ambilkan handuk di laci itu," titahnya pada Mario, ia memang selalu meneyediakan alat mandi di mobil untuk persiapan saat di perjalanan. Dengan cekatan Mario mengambil sebuah handuk sesuai arahan istri atasannya. Arumi segera membekap tubuh Lia yang basah kuyup dengan sebuah handuk dengan harapan hal itu dapat membuatnya merasa hangat.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Rahim 200 Juta sang Tuan Muda

Rahim 200 Juta sang Tuan Muda

Melody hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Andrean menganggukkan kepalanya paham, kini ia pergi begitu saja. "Panggil Inem saja kalau perlu apa-apa," ujarnya. Lama Melody menunggu kedatangan Inem, wanita paruh baya itu sayup-sayup mendekat. Ditangannya terdapat handuk berwarna hijau toska yang terlihat sangat halus. "Nona, maafkan terlalu lama, saya sempat lupa meletakkan handuk baru di mana," ucap Inem dengan kekehan ringan.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
 JADI JANDA GARA-GARA JANDA

JADI JANDA GARA-GARA JANDA

kataku sambil menutup kembali jari jemariku agar tubuh Jali yang kekar itu tidak terlihat. "Dasar cewek sableng! Gue cuma mau ngambil handuk yang saat ini di pundak Lo! Sini itu handuk gue!" Jali meraih sendiri handuk yang menyampir di pundakku. Kok aku bisa lupa sih. Padahal emang aku dari tadi bawa handuk. Hampir saja jantungku copot.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

Namun senyum itu hilang lantaran yang ia lihat dari tumpukan atas isi koper Nami adalah bra warna-warni cantik berenda yang satu set dengan gulungan celana dalam yang ditata unik oleh Nami. “Mas? Ada ketemu?” “Sebentar.” Samudra mau tak mau menyingkirkan dalaman cantik Nami ke lemari di ruang yang tersisa. Untung saja handuk Nami cepat ketemu. Samudra meraihnya dan membawanya ke kamar mandi. “Nona, handuknya sudah di sini.” Samudra mengetuk pintu kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka sedikit. Samudra mundur menghindari celah pintu yang terbuka dan menyerahkan handuk ke tangan Nami yang menjulur keluar.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Rasa hangat dari handuk itu memberikan efek relaksasi yang luar biasa pada otot-otot Nayla yang tadi menegang hebat. ​Artem kemudian mengambil sebuah daster tidur berbahan sutra tipis yang sangat lembut dari dalam koper. Dengan penuh rasa hormat namun tetap intim, ia membantu Nayla melepaskan pakaian latihannya yang basah oleh keringat dan menggantinya dengan kain sutra yang dingin di kulit. Sentuhan tangan Artem saat mengancingkan bagian atas baju itu terasa begitu protektif. ​Nayla merasa seolah-olah beban berat yang ia pikul selama tiga hari ini telah diangkat sepenuhnya oleh suaminya.
10695 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Tetangga Jutek

Menikah dengan Tetangga Jutek

Aku bisa melihat dari penampilannya yang selalu licin. “Mandi!” katanya sambil menyondorkan lipatan handuk ukuran besar. Kutaksir itu handuk bersih karena dia baru mengambilnya dari lemari. Aku sedikit bingung menerimanya. Kutatap wajah Mas Gilang bergantian dengan handuk yang ada di tangannya. “Sana mandi dulu, biar nggak bau!” katanya lagi.
10166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

Satu set gamis dan khimar berwarna peach dengan model sederhana yang memiliki rempel bagian pinggang ke bawah serta kerutan kecil di bagian lengan. ‘dia butuh selimut dan handuk’ gumamnya menebak apa yang dibutuhkan lagi. Tibalah Jiddan di bagian selimut dan handuk. Tanpa pusing, ia memilih warna handuk dan selimut yang senada dengan dress yang ia beli. Beberapa keperluan telah ia beli. Begitu juga dengan bubur ayam dan dua porsi ayam bakar untuk makan malam.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

“Mas, itu untuk apa?” Wira mengangkat handuk yang sudah ia gunting dan menunjukkannya pada Sully. “Kalau ukurannya sebegini, sudah bisa, kan? Pembalutnya baru ada besok pagi. Sambil menunggu itu datang, Mas buat ini untuk cadangan kamu. Enggak apa-apa, kan?” “Ini idenya dari siapa? Jangan bilang Mas tanya sama anak Bu Emi,” kata Sully, mengambil lembaran handuk berbentuk pembalut hasil karya Wira. Dan mengamatinya.
10818.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.2K kali sebagai selimut handuk
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Baca Semua Ulasan
Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

"Siap, tetapi tangan lepas dulu ini!" "Oya, sudah." Handuk yang tadi digantung diambil dan dilipat kembali. Dimasukkan ke lemari handuk seperti semula. Mengambil handuk yang ukurannya lebih besar dan digantung kembali ditempat semula. "Ada lagi yang Anda perlukan?" "Anda anda, panggil yang betul!" 'Dipanggil pak tua marah, dipamggil Anda marah juga, mau Ra panggil aki-aki?' Untungnya Raline hanya bergumam dalam hati.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Suami Dingin Pilihan Ayah

Suami Dingin Pilihan Ayah

Pintu tipis itu kembali ditutup, "tidak usah!" Orang yang sedang jadi bahan argumentasi baru saja keluar dengan menggunakan handuk putih yang melingkar di panggulnya. Nadia kembali mengomel, "Mulai besok kamu harus memakai handuk kimono!" "Handuk punya kamu?" "Bukan, belilah khusus untuk kamu sendiri, pokoknya saya tidak mau kamu terlihat sexy seperti ini!" Abimana menahan tawa. "Baik, nyonya."
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai selimut handuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status