Istri Nakal Mas Petani
“Mas, itu untuk apa?”
Wira mengangkat handuk yang sudah ia gunting dan menunjukkannya pada Sully. “Kalau ukurannya sebegini, sudah bisa, kan? Pembalutnya baru ada besok pagi. Sambil menunggu itu datang, Mas buat ini untuk cadangan kamu. Enggak apa-apa, kan?”
“Ini idenya dari siapa? Jangan bilang Mas tanya sama anak Bu Emi,” kata Sully, mengambil lembaran handuk berbentuk pembalut hasil karya Wira. Dan mengamatinya.