Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!
suaranya lembut, tapi penuh peringatan.
Anak itu menoleh, ekspresinya polos. “Iya, Ma?”
Akira menunjuk ke kaki Azka dengan jari. “Itu sepatu kanan di kiri, Nak.”
Azka menunduk, matanya menatap sepatu yang salah pasang itu. Senyap beberapa detik sebelum dia menggumam, “Pantesan nggak nyaman.”
Akira pun meledak dalam tawa kecil, lalu berjongkok dengan sabar memperbaiki posisi sepatu itu. “Sekolah itu bukan lomba nyiksa kaki, ya,” katanya sambil tersenyum.
Hot Chapters