Istri Kilat Presdir Tampan
Kian menoleh cepat mendengar ucapan Arthur, buru-buru membasuh kedua tangan dengan air bersih, lalu mengusapkan ke kaus bagian pinggang begitu saja, Kian lantas bertanya, “Harus besok? Bukankah kamu bilang baru mau merekomendasikanku?”
Bola mata Arthur bergerak liar menghindari tatapan Kian, sampai dia kembali menatap Kian sambil membuat alasan. “Tadi aku sudah mengirim pesan padanya, dan dia berkata kalau tinggal bawa lamaran saja ke sana besok ke bagian HRD.”
Kian membentuk huruf O dengan bibir sambil mengangguk-angguk kecil.
Tatapan Arthur masih tertuju pada Kian yang kini membereskan meja pantry setelah mencuci piring.
Hot Chapters