Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Atasanku, Suami Keduaku

Atasanku, Suami Keduaku

Senyum Rana penuh arti. Arsa tertawa kecil. Langkahnya terhenti dan ia menoleh ke belakang memandang Rana. “Saya juga berharap ini bukan kunjungan pertama dan terakhir kami berdua.” Arsya mengerling Indah beberapa detik. Keduanya sempat bertukar pandang, Arsya mengulum senyum, “Kamu juga berpikir seperti saya, kan?” Arsya membuat sepasang lesung pipinya terlihat jelas. Indah membalas senyuman Arsya, tapi hanya sedetik. Selebihnya Indah memilih memandang ke tempat lain. “Udah hampir malam, Pak. Apa saya bisa menghubungi Bu Anum sekarang? Jam kerja Bu Anum sebentar lagi berakhir. Saya nggak enak kalau Bu Anum—”
9.9357.6K viewsCompletedAdded to Library 14.3K Times as senyum indah
Show Reviews (189)
Read
+Library
juskelapa
Hai, pembaca. Kita sudah sampai di bab 280. Sekarang kita memasuki penghujung cerita Arsya-Indah. Terus dinantikan ya. Doakan setelah cerita ini selesai juskelapa menulis cerita baru sesuai rencana. Terima kasih untuk dukungan dan doanya selama ini.
Uswatunhasanah
isinya sangat mengharukan,rangkaian kata perkalimatnya mudah dimengerti .mudh dicermati,bahasanya ringan ,alurcerita membuat ketagihan dengan klanjutannya.dan yg oasti tidak mudah ditebak isi dan endingnya..
Read All Reviews
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Menghujani puncak kepala Adinda dengan kecupan penuh kasih lantaran teramat bahagia. "Terima kasih banyak, Sayang. Aku sangat bahagia. Jadi, ini sebabnya kamu belakangan ini aneh?" tanya Sena, mencubit hidung Adinda gemas. "Iya kali, Yang. Mungkin aku lagi ngidam." "Hmm... Tahu gitu semalam langsung aku turutin pergi ke curug, Yang," ucap Sena setengah menyesal. "Udah, gapapa. Kan udah diturutin. Lagian sekarang juga udah nggak pengen lagi."
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 400 Times as senyum indah
Read
+Library
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Dari awalnya iseng bantu jualan teman, menyewa toko untuk tempat usaha, menerima jasa titip barang jualan atau istilah kerennya jadi reseller, hingga kini punya beberapa supermarket yang tersebar di beberapa kota. Shanum juga punya cafe hasil kerja samanya dengan Ammar yang bertema kan library cafe. Punya butik dan toko aksesoris yang kerja sama dengan Sella. Hotel dan cottage pun ia punya, meski itu dari Daddy sebagai hadiah ulang tahun. Tetapi tak masalah, kan? Yang penting semua itu atas namanya.
1048.6K viewsCompletedAdded to Library 971 Times as senyum indah
Read
+Library
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ucapku "Oh iya, Mbak. Ini saya juga mau lanjut kerja," ucap Mas Aditia sembari menyalakan mobilnya kembali. Dia pun berlalu dengan melambaikan tangannya ke arahku. Aku hanya senyum, merasa agak heran saja sih. Aku pun bergegas masuk ke resto Star Food, kudapati Annisa telah menunggu di dalam. "Assalamualaikum," ucapku sembari menyalami Annisa yang tengah duduk di pinggir ruangan yang dihias bunga dan dedaunan segar, sangat menyejukkan mata yang memandangnya.
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 316 Times as senyum indah
Read
+Library
Pengawal Misterius Nona Pewaris

Pengawal Misterius Nona Pewaris

"Selamat datang di NZ, Tuan dan Nyonya Evans. Bersama HealingHills, Anda akan mendapatkan pengalaman bulan madu terbaik!" Emily dan Cayden mengulum senyum mendengar sambutan manis tersebut. "Terima kasih banyak, Summer. Kau manis sekali. Kurasa aku dan Cayden tidak salah memilih agen." Summer terkekeh lirih. Dalam hati, ia merasa bangga pada diri sendiri. "Aku dan Mama akan memastikan kalian berdua mendapat pengalaman terbaik di sini. Tapi sebelum itu ...."
107.3K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as senyum indah
Read
+Library
Pembalasan untuk Suamiku dan Selingkuhannya

Pembalasan untuk Suamiku dan Selingkuhannya

jawab Sandy. Indah tercengang, ia baru mengetahui kalau keluarga Sandy memang sangat kaya dan mempunyai banyak usaha dan aset. "Terserah kamu saja, Mas. Aku akan merasa senang asalkan bersamamu." Sandy tersenyum dan mencium tangan Indah. Mereka bergandeng tangan dan masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Singapura. Indah sangat menikmati waktu dan sama sekali tidak merasa bosan atau lelah.
18.0K viewsCompletedAdded to Library 683 Times as senyum indah
Read
+Library
Partner Pemanasan Sang Atlet

Partner Pemanasan Sang Atlet

Senyum puas tak pernah lepas dari wajahnya sejak pagi. Sementara putrinya, Selena Yurika Yansen duduk di sofa seberang dengan penampilan elegan. Gaun berpotongan rapi membalut tubuhnya, dipadukan dengan aksesori sederhana yang tetap terlihat berkelas. Kakinya bersilang, sementara ibu jarinya santai menggulir layar ponsel. Sesekali ia berhenti untuk membaca komentar-komentar yang bermunculan di bawah unggahan tentang dirinya.
1017.0K viewsOngoingAdded to Library 661 Times as senyum indah
Read
+Library
Cinta yang Dulu Begitu Indah

Cinta yang Dulu Begitu Indah

Renzo tidak merasa Nayla akan mengangkat, tetapi baru berdering sebentar, panggilan itu tersambung. "Kamu benar-benar gigih. Sayangnya dia terlalu lelah. Sekarang dia sedang tidur di pelukanku." Suara Rylan penuh ejekan. "Oh ya, jangan kirim sampah ke sini. Kamu kira Keluarga Simeru tempat daur ulang sampah?"
5.9K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as senyum indah
Read
+Library
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Aku tidak menanggapi Steve lagi, langsung menunduk dan fokus membalas pesan. Begitu urusanku selesai, Steve sudah menghentikan mobil di depan sebuah rumah mewah. Begitu aku turun, Cindy langsung berlari ke arah Steve dan memeluknya. “Steve, aku kangen sekali denganmu, kamu kangen aku nggak?” Mungkin karena ada aku di sana, ekspresi Steve jadi agak canggung. Dia buru-buru menahan gerakan Cindy yang mau mencium pipinya.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as senyum indah
Read
+Library
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Senyumnya sirna, kini tergantikan dengan rasa keheranan. "Kenapa memangnya?" "Kok bisa melahirkan anak secakep kamu Mas." Aku tertawa, rasanya sungguh sangat senang karena bisa mempermainkan emosinya. "Kamu tuh ada-ada aja." Dia yang gemas mencubit hidungku. Ini lah yang aku suka dari sosok Mas Daffa, jiwa penyayangnya sangat besar. Selesai makan, kami langsung kembali karena Mas Daffa ada tamu dari perusahaan sebelah.
1032.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as senyum indah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status