SUSUK JAIPONG
"Amiin Mak, biar teman-teman yang lain pun turut membawa banyak saweran ya Mak."
Kini aku tidak menari di awal pembukaan lagi, Cahyati dan Anjani yang melakukannya. Aku bukan penari pemula lagi sekarang, tetapi menjadi penari profesional dan sosok idaman yang ditunggu-tunggu saat tampil. Menjadi pujaan hati laki-laki hidung belang. Sudah tampak beberapa pemuda yang bermain mata dan menggodaku, pasti mereka akan menyawerku malam ini. Dan tampak beberapa bandot tua yang telah menjadi langganan kami sejak dulu, sama hal nya dengan pak Rahmat yang meninggal beberapa waktu lalu.
"Hi Wangi, boleh kenalan?"
Hot Chapters