Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sepupu dari Kampung

Sepupu dari Kampung

#Sepupu _dari_Kampung Bab 7 Fatal "Ini kah tempatnya?" "Iya," "Kau yakin?" "Tentu saja, aku sudah bertanya pada temanku." Ega memberhentikan sepeda motornya tidak jauh dari sebuah rumah berpagar besi tinggi. Jendela rumah itu, tertutup korden semua. Halamannya tak terawat. Rumput liar tampak memanjang. Sepintas seperti bukan rumah tinggal.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
GETARAN JIWA

GETARAN JIWA

Memandang foto keluarganya sampai tak sadar mata nya mulai terlelap. Pagi hari, Kenzo berjalan ke sebuah pusat perbelanjaan. Dirinya membeli sedikit perlengkapan yang akan di bawa ke kampung. Beberapa baju dan celana, tas kecil dan juga beberapa makanan. Membawa itu semua ke kasir dan membayarnya. Kembali ke hotel dimana tadi malam dia tempati. Keluar dari hotel dan kembali mengendarai mobil menuju kampung yang di tuju. Waktu terus berlalu, tak terasa sudah kembali siang dan dirinya telah sampai di kampung masa kecilnya. Sekarang dia hanya tinggal mencari rumahnya dulu. Agak terpelosok dari sini, dekat sawah. Dia menatap sekeliling sepertinya tak banyak berubah. Hanya saja sebagian rumah uda
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
Jadi CEO Setelah Diceraikan

Jadi CEO Setelah Diceraikan

jawab Septi “pulang kampung?? Bukankah setauku Bik Ratih tidak punya keluarga di kampungnya? Kalau tidak salah kamu pernah menceritakan tentang itu padaku.”ujar Brata “Iya, memang. Tapi, kenalan Bik Ratih mengajaknya untuk bertemu sambil merayakan acara gitu di kampungnya. Aku juga kurang paham dengan hal itu, yang penting Bik Ratih ingin sekali pergi ke kampungnya dengan alasan dia merindukan kampungnya.”ujar Septi
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
THE ISLAND : I'M IN LOVE

THE ISLAND : I'M IN LOVE

Jacob dan Sebastian bergabung dengan kelompok anak-anak yang bermain sepak bola. "Hei, kalian anak baru ya di sini? Mau main bareng?" tanya seorang anak bernama Dimas. "Tentu, kami suka main bola," jawab Sebastian sambil tersenyum. Permainan dimulai, dan Jacob menunjukkan keterampilannya menggiring bola, membuat teman-teman barunya terkesan. "Hebat sekali kamu main bolanya, Jacob!" seru Dimas. "Terima kasih, Dimas. Kami sering bermain sepak bola di Pulau Asu," jawab Jacob.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Ah, entahlah. Ribet ternyata hidup di kampung. Meski kekeluargaannya cukup erat tak seperti di kota yang cenderung individualis, tapi di sini salah sedikit saja jadi bahan gosip yang tak ada habisnya. "Rum ... Ningrum!" Entah siapa yang memanggil, gegas setengah berlari keluar rumah. Belum sampai teras kulihat Budhe Narni sudah nyelonong ke dalam. Dia duduk di kursi rotan milik ibu dengan wajah memelas.
10101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

oceh Bian dongkol, kembali menyesali kedatangannya ke kampung Tiara. Sial benar hidupnya harus berjuang menyalakan mobil di tengah jalanan sepi orang dan teror babi jadi-jadian. Tiara hanya menunduk dalam, dia merasa bersalah, tapi juga kesal karena Bian tidak tahu diri, sudah diizinkan ikut ke kampungnya, malah ngomel. 'Padahal situ yang maksa!'
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Saya teringat kembali dengan masa kecil. Dahulu, ketika sore datang, saya dan teman-teman hampir selalu bermain sepak bola. Kami tidak mengaji waktu itu. Mengaji sore hanya untuk anak-anak yang rajin, sedangkan saya dan beberapa anak lainnya adalah anak bandel. Bukan lapangan yang menjadi tempat bermain kami, melainkan sebuah sawah luas bekas tanaman padi yang sudah di panen beberapa hari lalu. “Ayo, maju!” teriak anak yang menjadi penjaga gawang.
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Pak Rt mengutarakan tujuannya, dengan bahasa yang diplomatis dan menggebu, dia bilang ingin mengusir Teuku. "Silakan saja bicara langsung pada orangnya." Aku memanggil Teuku untuk bergabung dengan para bapak aparat kampung ini. "Mereka Rt dan keamanan kampung di sini." Jelasku pada Teuku. "Oh, salam kenal, Pak." Teuku menyambut ramah seperti biasa. "Maaf bapak-bapak. Saye nak buat keributan. Kami sedang rayakan acara pertunangan, bila bapak-bapak berkenan. Mari ikut saye makan-makan. Kami sedang bakar kambing."
9.781.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sepak bola kampung
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

“Soalna, ieu Halimun Abdi, ieu Halimun anu bener, lain kampung anu pinuh ku harta jeung kabagjaan, tapi ieu Kampung Halimun anu sabenerna. (Soalnya, ini Halimun Abdi, ini Halimun yang sebenarnya, bukan kampung yang penuh dengan harta dan kebahagian, tapi ini kampung yang sebenarnya.)” “Kampung ieu teh geus di kutuk, kabeh wargana geus ngadahar buah simalakama, menta tulung kanu salah, make ritual anu salah, anu akhirna bakal jadi bencana. (Kampung ini sebenarnya sudah dikutuk, semua warganya sudah memakan buah simalakama, meminta tolong kepada yang salah, memakai ritual yang salah, yang akhirnya akan jadi bencana.)”
9.631.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 907 kali sebagai sepak bola kampung
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Semua permainan-permainan tradisional yang memerlukan banyak orang yang masih banyak dilakukan oleh anak-anak di kampung, sehingga tak jarang hal itu membuat pertemanan mereka semakin dekat. Begitu pula yang dilakukan Oha, anak Pak Asep yang baru menginjakan kakinya di bangku SMP tahun ini. Karena di Kampung Sepuh hanya ada Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, sehingga mau tidak mau ketika anak-anak di Kampung Sepuh ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, mereka bersekolah di Kampung Parigi karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Kampung Sepuh.
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.9K kali sebagai sepak bola kampung
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status