Terjerat Cinta Dosen Baruku
Rasa perih langsung mengerjap saat Leena melihat lecet di tangan yang mulai mengeluarkan darah segar, sementara kakinya terasa terkilir saat limbung.
“Aduh, Kak! Maaf! Saya nggak sengaja,” seru si pesepeda sambil buru-buru turun dari sepedanya.
Leena masih meringis, mencoba bangkit tapi lututnya terasa gemetar hebat.
Seorang pria bertopi tiba-tiba muncul, lalu mendorong kasar pesepeda menjauh. Tatapannya dingin, suaranya berat penuh proteksi, membuat Leena terperangah seketika.