Into You
Saras tersenyum senang melihat sepeda itu, kemudian berlari kecil menghampiri Radit.
“Wah, udah lama banget nggak naik sepeda ini.” Saras berjingkrak kegirangan. Radit tersenyum bangga, kemudian ia mengayunkan tangan kanannya ke belakang, selagi tangan kirinya menjaga keseimbangan setang sepedanya. Saras, yang tahu isyarat tangan kanan Radit, akhirnya menginjak pijakan sepeda yang ada di bagian belakang. Ia kemudian berdiri tepat di belakang Radit, berpegang pada pundak kokoh lelaki itu, untuk menjaga keseimbangannya. Saras menyukai dibonceng seperti ini. Ia dapat merasakan angin langsung menerpa wajahnya, dan yang lebih ia sukai, ia menjadi lebih tinggi daripada Radit—yang jika mereka berdi
Bab Populer