Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelakor itu Adikku

Pelakor itu Adikku

Matanya bersinar dingin dan penuh perhitungan Bersambung
1066.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Dirinya mundur terus, langkah demi langkah, menyingkir dari cahaya di luar yang dulu selalu memikatnya. "Jangan begini, jangan ...." Seolah menyadari sesuatu, dirinya terus mundur sampai menempel pada dinding paling dalam. Minyak di dalam kuali mendidih panas, gelembung-gelembung meletup.
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Dia pun dengan bangga mengangkat dagunya dan berujar, "Papa sudah minta izin buatku hari ini, biar aku bisa pergi ikut lomba bersama Bibi Emily di Ornava Waterpark!" Liana tahu itu adalah taman hiburan bertema pasir dan pantai yang dibuka secara khusus dan terpisah di dalam mal. Dia merasa tempat itu penuh kuman, itulah sebabnya dia tidak mengizinkan Kai pergi. Namun ... merusak suasana?
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Jiwa bintangnya pun muncul. Cahaya matahari bersinar terang. Seolah-olah sebuah matahari menyala benar-benar muncul di belakang tubuhnya. Jiwa Bintang Matahari Menyala itu amat menakutkan. Chen Ran dikelilingi lingkaran cahaya matahari. Cahayanya begitu kuat hingga menyakiti mata orang-orang yang melihatnya. “Menakutkan. Ini Penerangan Matahari Agung dari Metode Hati Alam Semesta Matahari Agung, dipadukan dengan Jiwa Bintang Matahari Menyala. Kekuatannya benar-benar mengerikan.”
9.551.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

"Wulan jadi sadar sesuatu. Jarak dan perbedaan di antara kita terlalu jauh bagai bumi dan langit." "Ya, aku tahu itu." Aku tersenyum ke arah Wulan. Tangan kanan memegang kemudi dengan tenang. Mengemudi di malam hari seperti ini cukup santai, tak banyak kendaraan di jalan beraspal, "Namun, bagiku kamu adalah Venus yang bersinar terang di malam hari mengalahkan bulan. Bagiku kamu adalah matahari pusat dari segala gravitasi di alam semesta." Wulan menoleh ia tersenyum, dua lesung pipinya terlihat begitu menggemaskan.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 917 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

[Im Aerum’s POV] Aku menengadahkan kepalaku ke atas. Sang mentari telah menyambutku pagi ini. Mentari itu seolah-olah seperti tersenyum ke arahku. Cuaca hari ini sangat cerah. Tidak terlalu terik namun tetap menghangatkan kulitku. Sang mentari seolah-olah tahu jika aku sedang sangat berbahagia hari ini.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Shinta memejamkan mata, merasakan sejuknya udara pagi dan belaian cahaya yang berwarna kekuningan merambat melalui pori-pori kulit. "Seperti mentari yang selalu menyinari bumi meski tidak dinanti, aku akan selalu hadir di hati ini." Shinta tersentak. Dia langsung membelalakkan matanya. Sadar, jika itu hanya sebuah serpihan kecil kenangannya bersama Arya. Kenangan yang sulit sekali bagi Shinta untuk melupakan.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Boltya nyegir. Malam hari di kamar Boltya, ia masih belum tidur memikirkan kristal itu di tangannya. Ia masih duduk di dekat jendela dan kepalanya menyandar ke kaca jendela. Kemudian terlelap. Ia bangun ketika sinar mentari dan kristal itu menyinarinya. Kristal itu memantulkan seberkas cahaya ke cermin di kamar Boltya. Lalu seberkas cahaya itu memantul ke arah Boltya. Boltya bersinar melebihi saat di rumah Kenna. Ia bertambah terang seperti mentari pagi, bedanya sinarnya membuyar menghilang, begitu juga dengan Boltya. Warnarish Merah : Karmin Kromsin
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

Saat itu aku sungguh tak bisa fokus dengan apapun yang tengah berlangsung, tatapan matamu telah membuatku terjatuh seketika dalam perasaan yang tak tahu harus di mana berlabuhnya. Matamu bagaikan rembulan yang terang cahayanya, mampu melelehkan kutub-kutub yang pernah membeku di hatiku. Senyummu bagai sulaman sutra yang lembut dan menenangkan setiap mata yang memandangnya. Aku tak pernah melihat seberkas cahaya seperti ini sebelumnya dengan jarak yang cukup sempurna.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

dengan mata berbinar Narthana meraih makanan tersebut. “Jangan begadang, besok kamu sekolah,” “Siaaaap !!!” Narthana berlagak hormat bak tentara. ***
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai seperti mentari yang bersinar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status