Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Paralaks Semesta

Paralaks Semesta

Tidak bisakah mereka mendongak melihat keindahaan ini? Aku ingin punya waktu sedikit saja untuk menikmati guratan guratan jingga di angkasa. Lima detik lagi aku akan menutup mata, aku janji. 1 detik ... semua tampak biasa. 2 detik ... langit sore terlihat semakin menawan. 3 detik ... aku mendengar Kakakku menangis. Hei ini hadiah terindah yang ku dapat. 4 detik ... seorang laki laki berwajah tampan tampan menghampiriku.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Godaan Memikat Lelaki Penguasa

Godaan Memikat Lelaki Penguasa

Senja, begitu mempesona, indah tidak terkira. Senja membawa sejuta rasa, kekaguman. Bak rasa cinta yang bertengger di hati, gelayar rasa ibarat bianglala, tidak mampu terlukiskan dalam kata, kekaguman senja. Ibarat memupuk duka lara, ketika indah senja tidak mampu terukir sempurna di langit, akan berganti malam, lalu menyisakan kenangan. Senja ibarat rasa, dimana hal indah itu terlihat menawan namun, tidak dapat kita miliki, hanya dapat kita nikmati sementara. Gelebah dalam atma, itulah senja, bagi secuil rasa yang masih tersisa, menyiksa, tanpa mampu kita genggam. Rinai melanda hati, mengepung, semakin lama semakin membludak, meruap timbul ke permukaan, itulah rindu. Sisa dari senja yang te
1046.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
KarRa
Assalamu'alaikum, halo buat para pembaca Godaan Memikat, jangan lupa ikuti giveaway Godaan Memikat menuju tamat ya, dengan cara ... -Subscribe Godaan Memikat -Share Vote Gem -Share komentar Akan ada souvenir jam dinding & Walldecor Godaan Memikat buat yang beruntung diumumkan saat tamat ya ......
Kiki Sulandari
Hampir saja Aarav tak bisa menahan gejolak dirinya ketika bersama Maya.... Tapi bayang bayang wajah Larisa selalu ada dipelupuk mata Aarav... Semoga Larisa bisa segera membuka hati untuk Aarav,sehingga Aarav tak memendam hasrat... Axelle Zeroun afa disini juga,ya.........
Baca Semua Ulasan
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

Ia mengelus pundak Nilna penuh kasih sayang. Tangis Nilna yang sejak tadi pecah, kian tumpah di bahu Anggi. Nilna sangat rapuh, ingin sembuh dari kesakitan yang kini menghinggapi. “Kamu tahu kenapa Allah menciptakan pelangi? Agar hamba-hambanya tahu betapa pelangi itu lebih indah jika disandingkan dengan hujan dan panas. Yang mana, hujan itu air mata dan panas itu ujian. Pelangi atau kebahagiaan pasti terselip di sela-sela air mata dan ujian.”
1051.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Paralaks Semesta

Paralaks Semesta

Tidak bisakah mereka mendongak melihat keindahaan ini? Aku ingin punya waktu sedikit saja untuk menikmati guratan guratan jingga di angkasa.Lima detik lagi aku akan menutup mata,aku janji. 1 detik ... semua tampak biasa. 2 detik ... langit sore terlihat semakin menawan. 3 detik ... aku mendengar Kakakku menangis.Hei ini hadiah terindah yang ku dapat. 4 detik ... seorang laki laki berwajah tampan tampan menghampiriku.
92.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Pisah Terindah

Pisah Terindah

Inilah takdirku sekarang. Pisah terindah sepertinya bukan menjadi milikku. Karena nyatanya tak ada keindahan yang kutemukan. Jangankan bernapas lega atas sebuah perpisahan untuk menyimpul satu senyuman saja rasanya tak ada kekuatan yang kumiliki. Justru di sinilah titik perjuangan harus kumulai kembali. Aku harus merasakan tersungkur, jatuh, dan berdarah-darah. Lalu bangkit sendiri, mengobati diri sendiri, hingga harus bertahan sendiri. Walau terseok. Semua berjalan begitu cepat. Hitungan hari yang tak sampai menyentuh seratus angka. Iya, tak lebih dari tiga bulan semua tuntas. Usai, selesai!
9.667.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Namun, semuanya hanya bisa tersampaikan lewat satu kalimat. "Riana, maafkan aku. Semoga sisa hidupmu dipenuhi kedamaian dan kebahagiaan." Entah sejak kapan, Brian sudah berdiri di belakang Riana dan perlahan merangkul bahunya. "Aku akan memastikan kamu selalu bahagia." Ya, dia pasti akan selalu bahagia. (Tamat)
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Bukan Simpanan CEO

Bukan Simpanan CEO

Yang lebih diinginkannya adalah melihat gadis itu tersenyum lepas seperti sekarang. “Kamu tau?” tanya Aneth tiba-tiba. “Waktu aku liat kamu dulu, kamu itu ceraaahh bangett, seperti Matahari. Tapi setelah kenal kamu, ternyata kamu kayak pelangi.” “Pelangi?” “Iya, soalnya kalo Matahari, cuma punya satu warna. Sementara kamu memberi banyak warna di hidupku, persis seperti pelangi.” Lantaran ucapan manis gadis itu membuat Yuka meleleh. “Waw, aku tersanjung. Kayaknya kamu udah mulai pinter ngerayu.”
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta sang Mantan

Hasrat Cinta sang Mantan

Memompa darah yang semakin lama semakin menggila, melupakan sesaat kesedihan yang baru saja membuat Tasya begitu kecewa. Dalam beberapa detik saja, seperti ribuan bahkan jutaan kupu-kupu terbang di atas mereka. Seolah ikut merasakan ken1kmatan yang telah terjadi begitu saja. Memang hal itu terjadi cukup singkat namun rasanya sangat nikmat tiada tara.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Bukan Pria Buruk Rupa

Suami Penggantiku Bukan Pria Buruk Rupa

Eleanor percaya bahwa setiap badai yang datang, pasti akan berlalu dan meninggalkan pelangi yang indah di ujungnya. TAMAT
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 43 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Senyum perlahan merekah layaknya bulan sabit ketika ingatan kecupan malam itu menghampiri di tengah hujan kerinduan. Basahnya hati dan perasaan karena cinta justru memberikan kehangatan yang tidak mungkin terlupa. Andai waktu bisa diberhentikan, ia ingin menciumnya hingga lelah dan memeluknya hingga tertidur lelap. Bukankah itu satu hal yang didamba semua pasangan? Bisa memadu kasih tanpa memikirkan batasan waktu.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai seperti pelangi yang indah sesaat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status