Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Raka Pratama hanyalah pria biasa yang hidup dari gaji kecil dan utang lama keluarganya. Saat ia menerima tawaran menjadi pengelola Rumah Nawasena, ia mengira hidupnya akhirnya akan membaik. Ia salah. Rumah itu dihuni enam wanita dengan latar belakang berbeda dan masalah yang sama-sama berbahaya: Aira, mantan petarung yang kasar dan penuh luka; Kirana, janda CEO yang dingin dan angkuh; Sera, dokter pendiam yang menyimpan rahasia kelam; Naya, aktris cantik yang kabur dari skandal; Livia, gadis kaya yang menolak perjodohan; dan Maya, sahabat masa kecil Raka yang tahu sesuatu tentang kematian ayahnya. Kontrak yang Raka tanda tangani ternyata tidak bisa dibatalkan. Semakin lama ia tinggal di rumah itu, semakin jelas bahwa Rumah Nawasena bukan tempat tinggal biasa, melainkan pusat rahasia, utang, konflik, dan ancaman dari orang-orang kuat. Awalnya Raka hanya ingin bertahan hidup. Tapi ketika satu per satu wanita itu mulai mempercayainya, ia sadar bahwa pria biasa sepertinya mungkin justru menjadi orang paling berbahaya bagi semua musuh mereka.
10462 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as sera amane
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lantai dua dan tanpa sengaja menjatuhkan pot berisi mawar putih. Suara pot yang pecah membuat adikku yang sedang berjemur di taman di bawah, langsung mengalami krisis emosi. Untuk pertama kalinya, Victor menatapku seolah aku adalah musuh. Dia berteriak, "Kamu nggak bisa diam? Mau buat dia jadi gila?" Adikku mundur ketakutan hingga menabrak meja kaca, lalu menjerit melengking. Victor menerobos melewatiku dengan amarah dan kepanikan. Saat aku berlari menuruni tangga untuk menolongnya, dia menghantam tubuhku. Aku kehilangan keseimbangan dan dadaku menghantam sudut tajam tiang pegangan tangga besi. Rasa sakit meledak di dadaku. Aku membuka mulut untuk menjerit, tetapi tidak ada suara yang keluar. Seluruh keluargaku mengerumuni adikku yang terus menjerit. Tidak seorang pun bahkan melirik ke arahku. Paru-paruku dipenuhi darah. Aku tenggelam dalam genangan darahku sendiri di lantai. Mereka semua mengira adikku yang mengidap autisme adalah orang yang membutuhkan perhatian dan penghiburan keluarga. Mereka mengira aku hanya terjatuh dan aku bisa menunggu. Mereka salah.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as sera amane
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status