BASTARD IN THE BUS
Terasa ada titik di mana kerinduan membuncah, begitu juga kekhawatiran jika ia hanya mengharap sebuah ending yang indah.
Memasuki Three Times Coffee, pandangannya menyapu seluruh ruangan. Hampir semua meja terisi oleh pengunjung sehingga semua kru sibuk, tapi Lisa tak melihat sosok Didit. Debar jantungnya semakin terasa berdetak saat berjalan menuju meja order, namun langkahnya terhenti oleh sepasang tangan yang menghalangi pandangan matanya. Tangan itu menutup kedua mata Lisa. Dengan gerakan refleks Lisa mencoba melepas tangan itu dan membalikkan tubuh. Di sana, Didit tersenyum lebar. Pada titik itu, suasana seakan menjadi tenang, suara-suara menghilang, tak ada orang-orang ngobrol dan suar
인기 회차