Denyit Ranjang Ibu Tiri
Banyak kenangan tertinggal sesama bersama, membuat penyesalan semakin besar.
"Otak kamu hanya di penuhi Rika, Rika, Rika, dan Rika. Selalu saja dia yang kamu pikirkan. Kapan kamu pikirkan mas depan kita? Aku bosan hidup susah sama kamu. Kerja dong Win cari duit yang banyak biar bisa beli rumah. Jadi suami kok sukanya ongkang-ongkang kak. Percuma jadi sarjana kalau cuma jadi pengangguran, pemulung, dasar suami tidak berguna." Marni terbakar emosi. Darah serasa mendidih.