PERMINTAAN GILA KAKAKKU
“Hahaha, enggak, deh.”
“Nyaman, loh, di sini.”
“Males.”
“Yah, gak percaya, entar ketagihan.”
Aku menjulurkan lidah, meledek.
“Tadi, kok, si kacamata datang.”
“Emang bilang mau datang, kok.”
“Enggak patah hati dia?”
“Katanya, gue udah nyadarin dia kalau sekarang waktunya ngejar cita-cita bukan cinta, alamat kalo udah cerai gak bisa balik lagi gue.”