Demi Anak Angkat, Aku Dikorbankan
"Tunggu saja, di hari ulang tahunmu nanti, Ayah akan menyuruhnya berlutut dan minta maaf di depanmu."
Wisha memang sempat kaget, sampai matanya memerah. Tapi begitu mendengar ucapan itu sambil dipeluk Ayah, dia langsung berhenti menangis dan tersenyum penuh rasa puas.
"Ayah memang yang terbaik!"
Bahkan dia sempat mencium pipi Ayah dengan manja.
Melihat mereka berdua berpelukan erat, aku hanya merasa jijik. Untung aku sudah menjadi roh, kalau tidak, mungkin bulu kudukku sudah berdiri semua.