Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa
Tak ingin berdebat, aku segera berjalan ke Mushollah yang terletak tak jauh dari ruang makan, mengenakan mukenah dan segera bersiap melakukan dua rakaat sholat.
"Wudhu dulu, Kamila!" Ayah kembali menyeru.
Aku berdecak kesal, hal-hal macam ini yang membuatku malas hidup beragama, banyak tuntutan dan aturan!
"Kan Ayah cuma suruh Mila sholat, nggak nyuruh Mila wudhu," sahutku yang dijawab ucapan istighfar oleh Ayah. Sedangkan Bunda, kulihat ia hanya mengelus dada Ayah, memintanya untuk menambah stok sabarnya.