AIR MATA RINDU
"Maaf kalau kata-kata Janu ada menyakiti Ibu. Tapi, inilah isi hati Janu, Bu. Ibu yang rawat Janu dari bayi, jadi pasti Ibu paham gimana perasaan Janu, kan?"
Satu tetes air mata jatuh dari sudut mata Ibu. Namun, beliau dengan segera menghapusnya.
"Jadi, kamu suruh Ibu ke sini cuma buat ini, Janu? Cuma buat sakiti hati Ibu? T-terima kasih, Nak."
Oh, Tuhan ... Ibu benar-benar menangis. Aku tidak bisa membiarkan ini!
Segera kuraih tangan Ibu, lalu aku letakkan di kening. "Maafkan Rindu dan Mas Janu, Bu. Kami sayang sama Ibu. Tolong Ibu jangan salah paham. K-kami cuma mau—"
Sikat na Kabanata