Ada beberapa sholawat kontemporer yang mulai populer belakangan ini dengan lirik bahasa Indonesia, menggabungkan nuansa tradisional dengan sentuhan modern. Salah satunya adalah 'Sholawat Cinta' karya Habib Syech, yang meskipun bukan benar-benar baru, tetap sering dibawakan dengan variasi lirik lokal. Lagu ini mengalun lembut dengan lirik tentang kerinduan pada Rasulullah, tapi di beberapa komunitas, versi Indonesianya lebih mudah diterima oleh kalangan muda.
Selain itu, ada juga grup seperti Hadad Alwi dan Sabyan Gambus yang sesekali memasukkan lirik bahasa Indonesia dalam aransemen mereka. Misalnya, 'Ya Asyiqol Musthofa' versi Sabyan pernah diadaptasi dengan tambahan lirik lokal untuk mendekatkan makna pada pendengar. Kreativitas ini membuat sholawat tidak hanya menjadi ritual religius, tapi juga bagian dari budaya pop yang dinikmati berbagai generasi. Aku sendiri suka bagaimana mereka menjaga roh sholawat tetap kental meski dikemas berbeda.