Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
"Jaga bicaramu, Dania! Ini kantor! Jangan membuat keributan di sini!"
"Jaga bicaraku?!" Dania tertawa sumbang, tawa yang terdengar sangat menyakitkan. "Untuk apa aku menjaga bicara di depan pria impoten dan pembohong seperti kamu?! Cukup, Mas! Aku sudah muak menjadi tempat sampah untuk egomu itu! Aku sudah lelah dihina mandul oleh ibumu demi menutupi keloyoanmu! Hari ini, detik ini juga, di depan wanita jalangmu ini... aku meminta cerai! Ceraikan aku, Bramantyo!"