Wiro sang Penakluk
Suaranya tenang, dalam, dan membawa aksen yang tidak bisa Wiro kenali.
"Ya," jawab Wiro.
"Sendirian."
"Ya."
Pria itu memiringkan kepalanya sedikit. Matanya menyusuri tubuh Wiro dari ujung rambut sampai ujung kaki, menilai, mengukur, membaca.
"Namaku Takeshi," kata pria itu. "Aku komandan tertinggi pasukan tempur organisasi Macan Tutul. Tangan kanan Ketua Haryono."