Pungguk Merindukan Bulan
Di ruang kerja barunya yang mewah lengkap dengan kursi putar yang empuk juga air conditioner yang sejuk, dia mengetuk-ngetukkan hari telunjuk ke meja.
Tuk, tuk, tuk!
"Terbit dan cetak gratis seratus eksemplar plus royalty penjualan dua puluh persen!" ide gila itu muncul begitu saja dalam benaknya. "Penulis mana yang nggak mau mendapatkan fasilitas segurih itu? Kalaupun ada, dia pasti penulis gila!"
Ah!
"Hahahaha …!" William tertawa lepas, bebas merdeka membayangkan ratusan penulis berduyun-duyun menerbitkan bukunya di Real Publishing. "Matilah kau, Seikamara Publishing sombong!"
ตอนยอดนิยม