Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Our Beautiful Sin (Bahasa)

Our Beautiful Sin (Bahasa)

Ucapan Aurel berubah menjadi desahan saat tangan Alva yang meremas kuat payudara Aurel. Alva menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Aurel, menggigitnya kecil-kecil dan berbisik erotis ditelinga Aurel. "Keluarkan saja sayang, itu tidak masalah." ujar Alva lalu mengulum daun telinga Aurel.
9.98.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

lanjutku lagi. "Iya juga sih, Mbak," jawab Aina, sambil terlihat berpikir. "Ya sudah kalau begitu, Mbak nikmati sajalah. Kan, lumayan. Ada dering yang terdengar meramaikan suasana, jadi tidak sunyi senyap," kata Aina sambil terkekeh kecil. "Iya, tapi Mbak pusing juga, sih. Untung saja bisa di-silent," kataku sambil ikut terkekeh.
9.6236.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Dan di antara desir lembut itu, ia mendengar suara samar, bukan kata, tapi makna. “Hirup teu kudu nyuhunkeun, cukup nyarita lemah lembut…” (Hidup tak harus memohon, cukup berbicara dengan lembut…) Larisa membuka matanya, terkejut. “Juna! Aku mendengar sesuatu.” Arjuna membuka matanya dan tersenyum. “Itu doa dunia, Larisa. Dan kau baru saja menjawabnya.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Ternyata diam bisa bikin aku tenang, bukan karena hening… tapi karena aku nggak harus jawab apa-apa.” Setelah satu jam, Alana berdiri. Bukan untuk bicara panjang, tapi hanya mengucapkan: “Terima kasih karena sudah berani duduk. Sunyi bukan tentang tidak ada suara. Tapi tentang memberi ruang pada suara yang selama ini kamu sembunyikan.” Salah satu anak, sebelum pulang, berkata pelan: “Kak, waktu Kakak diam… rasanya kayak Kakak tetap bicara.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Kadang cukup hadir. Luna meraih catatan kecilnya dari tas, lalu mencoret sesuatu di halaman terakhir. Ia menuliskan satu kalimat yang terasa seperti simpulan. “Senyap bukan berarti hilang. Kadang, itu hanya ruang agar hati bisa bicara.” Adrian melirik, lalu tersenyum. “Kamu selalu punya cara nulis yang bikin aku mikir lama.” Luna menoleh. “Dan kamu selalu punya cara main gitar yang bikin aku pengen nyanyi.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak Dengan Bos Arogan

Pernikahan Kontrak Dengan Bos Arogan

Ucap Silva pelan Ryan menautkan alisnya, "Apa?" Tanya Ryan. "Heh! Tadi ngomong apa? Ngomong kok bisik-bisik?" Silva menatap Ryan, "Kamu jangan senyum seperti itu." Ulang Silva namun kali ini dengan suara yang sedikit keras. Bukan Ryan namanya kalau tak usil. Tahu Silva sedang salah tingkah, ia semakin merapatkan jaraknya pada Silva dan mulai melirik Silva intens dan jangan lupakan senyum manisnya.
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

dan menolak semua emosi dan koneksi sebagai "kotoran duniawi" Penduduk desa memiliki mata yang kosong dan suara yang datar. Mereka telah mengasingkan diri dari keluarga mereka, berhenti bercerita, berhenti bernyanyi. Desa itu sunyi—terlalu sunyi. Ini adalah karya The Silence. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bujukan halus—meyakinkan mereka bahwa dengan melepaskan makna, mereka akan menemukan kedamaian.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Keheningan

Cinta Dalam Keheningan

Di atas kertas surat berwarna putih dengan sedikit corak merah muda hanya tertulis dua baris kalimat. [ Aku pergi. ] [ Semoga kamu bebas, semoga kamu bahagia. ] Aria menunduk, membaca dua baris kalimat itu berulang kali, lalu dengan pelan melipatnya dan menyimpannya di saku bajunya. .... Setahun lebih kemudian. "Kamera ikut aku. Selamat datang di siaran langsung kami! Hari ini adalah acara peresmian cabang ketiga Restoran Ariel! Mari kita sambut sang pemilik, Bu Aria!"
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
DALAM DEKAPAN MAFIA

DALAM DEKAPAN MAFIA

"Orang perlu melihat sedikit kebenaran supaya tidak salah paham terlalu jauh." Silvana menggeleng sambil tersenyum lalu melepas pelindung telinganya. "Aku suka caramu bermain. Tenang, tapi kejam kalau perlu," katanya santai kemudian mulai berjalan mundur dan bersiap pergi, tapi kemudian berhenti sejenak. "Oh, dan satu hal lagi," tambahnya seraya menoleh dengan senyum tipis. "Kalau suatu hari kau butuh sekutu dan bukan penonton, aku tidak keberatan."
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Tolong Lepaskan Aku Tuan Billionaire

Yang tersisa hanyalah jarak sunyi, sebuah batas tak kasat mata yang terbentur oleh rasa trauma, kepatuhan, dan penyesalan yang dipendam dalam diam. Beberapa menit berlalu dalam senyap, hingga akhirnya Silas meletakkan alat makannya dengan bunyi dentingan pelan di atas piring porselen. Pria itu mengangkat serbet kain, menyapukan pelan ke bibirnya, lalu berdiri dari kursi. Gerakan kecil itu seketika membuat otot-otot Hanaya kembali menegang. Tanpa sadar, sebelah kaki gadis itu bersiap untuk kembali mundur jika pria itu menunjukkan gestur mendekat.
10951 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai silently artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status