Kelir Getih (Layar Berdarah)
Tim forensik bergerak cermat, seperti para penari yang takut menginjak ranjau.
Di tengah-tengah aula, di atas karpet Persia yang mahal, terbaring tubuh Adiguna Wisesa. Ia diposisikan telentang, tangan kanannya terangkat seolah mencoba meraih sesuatu, sementara tangan kirinya terkulai lemas. Sebuah anak panah tiruan, terbuat dari kayu jati dengan ukiran naga yang detail, menembus dada kirinya. Darah yang mengering di sekeliling luka membentuk kelopak bunga merah tua di atas kemeja batiknya yang mahal. Di sekelilingnya, tersusun rapi ornamen upacara kurban: sesajen berupa nasi tumpeng mini dengan lauk pauk, kembang setaman yang mulai layu, dan sebuah mangkuk kecil berisi darah ayam yang sudah
Hot Chapters