SUAMI YANG SEMPURNA
cibir Kevin sengaja membuat kalimatnya menjadi lirik lagu.
“Jelek muka kamu kalau cemberut gitu. Senyum dong sekali-sekali, biar enak dipandang,” lanjutnya terus membujukku.
“Sudah tahu jelek, kenapa masih mau sama aku!” Cecarku, kesal.
“Aih, galak sekali istriku ini. Semakin galak, semakin menantang.” Dia terkekeh. Si tua jelek ini merayuku. “Kamu itu cantik kalau pakaiannya tertutup seperti itu, Sayang.”