Istri yang Terpaksa Kau Nikahi
Wanita itu kini menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Gamma.
“Aku sudah biasa dihina sebelumnya, direndahkan, bahkan difitnah sekalipun. Tetapi baru kali ini aku merasa sangat sakit, Gamma. Aku bekerja di sana karena tidak punya pilihan. Namun, bukan berarti aku menjadi nakal, aku bahkan berusaha mati-matian menjaga kehormatanku dari para lelaki hidung belang. Tapi Aku disebut sebagai perempuan murahan yang menjual tubuhnya pada banyak laki-laki! Tidakkah ia berpikir, bahwa Seharusnya dialah wanita murahan? sembarangan mencium dan menggoda suami orang!” Serra menundukkan kepalanya lantas tertawa sekilas dalam tangisnya.