Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!
Dhana tersenyum lebar, melingkarkan lengan di pinggangnya.
"Yang benar kalau bicara. Apa maksudmu ‘percakapan pribadi’? Harusnya disebut ‘percakapan lebih dalam', jiwa dengan jiwa."
"Jangan salah paham!" protes Yuna. "Maksudnya memang cuma bicara. Tanpa kegiatan yang nggak perlu, dan tentu saja tanpa pikiran yang nggak pantas."
"Ya, ya, ya!" Dhana mengangguk dengan senyum. "Kamu yang pegang kendali. Aku nggak akan melakukan tindakan yang nggak perlu, hehehe!"