ISTRI BISU Tuan Terhormat
panggilnya, suara bergetar antara takut dan harap.
Tak lama, dari bibir pucat pria itu keluar suara lirih, terputus-putus, namun jelas. “Li…o…ra…”
Liora menahan napas. Air matanya jatuh lebih deras, kali ini bercampur dengan senyum penuh harapan. “Ya… aku di sini, Adrian. Aku di sini…” katanya, suaranya pecah.
Namun Adrian belum membuka mata. Ia masih terjebak dalam dunia setengah sadar, hanya bisa menyebut nama Liora berulang kali, semakin jelas meski tubuhnya belum sepenuhnya bangun.
인기 회차