Istri Ke-4 Tuan Tanah
Pintu terbuka, memperlihatkan Siti yang membawa nampan cukup besar, saat Sumi berdiri dengan wajah penuh emosi, Ratih menahan tangan Sumi sambil menggeleng, “Berjanjilah untuk menunggu mas Prapto dulu, Mbak Sumi."
Sumi pun membuang napas kasar, meski begitu dia duduk kembali, mengambil benang sulamnya, dan mulai melanjutkan pekerjaan sehari-hari yang dia tekuni.
“Ndoro Ratih, ini buah Njenengan dan ini minuman segar, saya memeras semangka dan mentimun, bukankah Njenengan tadi pagi makan ikan asin?” Siti memberikan minuman berwarna suram, campuran semangka dan mentimun ke Ratih.