Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam
Ia lipat kertas itu dan menyimpannya diam-diam di dompet kulitnya, seolah tahu, suatu saat ia akan membutuhkannya.
Dengan cepat, Luca meraih dompetnya, menarik lembaran kertas yang sudah mulai kusut. Ia membentangkannya di atas meja, lalu meletakkan selembar kertas dengan sketsa kasar tersebut.
Hening.
Gambar di kertas itu penuh dengan emosional, dibuat dengan perasaan penuh luka. Ada garis-garis kabur, coretan tebal seolah ingin meremukkan kejadian besar.