Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Ia melipat tangannya di depan dada, melanjutkan dengan dagu terangkat, “Tuan Muda lebih cocok menggambar pemandangan hutan bambu. Ah, juga anggrek. Sama sekali tidak berbakat dalam menggambar garis-garis dengan banyak lengkungan seperti ini. Lihat saja betapa berantakannya gambar ini, mengapa tidak membuat Feng Ba menggambar untuk Anda?” Setelah mengatakan itu, ia mendapati tuannya terdiam, menatapnya tanpa ekspresi selama beberapa detik. Tangannya kemudian naik ke atas meja, dengan satu tarikan, kertas berisi apa yang ia sebut ‘sketsa’ barusan diremas hingga menjadi bola kecil dan dilemparkan ke lantai begitu saja. Sang majikan menarik kembali tatapannya dari pemuda itu dan memberi instruks
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Fare Finta [Indonesia]

Fare Finta [Indonesia]

"Iya, sama-sama." Aku mengambil pena lalu menggoreskannya di atas drawing pad. Mataku fokus menatap detail gambar di layar komputer. Perbedaan besar kala menggambar secara konvensional dan digital ada pada arah mata memandang. Hasil goresan di atas kertas atau kanvas akan terlihat seketika mengikuti ke mana pena bergerak. Sedangkan saat menggunakan drawing pad, gambar yang dibuat tidak akan muncul di sana, melainkan pada layar komputer. Pengecualian untuk smartphone dan tablet di mana layarnya sekaligus berfungsi sebagai area input.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Tapi kanvas kamu terbuang cuma-cuma nggak papa?" "Masih banyak yang jual, 'kan? Lo sekalian habisin semua kanvas gue nggak masalah," sahutnya. Tanpa buang waktu, Sadena langsung menyiapkan kursi dan sebuah kanvas polos yang dijepit oleh easel. "Duduk sini." Dengan gembira Selin menurut dan menduduki kursi itu. Ia menatap jejeran cat warna di atas meja samping kirinya. "Lukis apa ya?"
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Tubuhmu Milikku

Tubuhmu Milikku

“Boleh, kita buat dulu polanya menggunakan pensil ya.” “Yaudah, kalau gitu ajarin Ara ya Kak.” ucapnya yang langsung dianggukan oleh Xena. Xena pun mulai menggambar pola bunga mawab di kanvas itu menggunakan pensil, sedangkan Ara pun mulai mengikutinya di kanvas yang satunya. Jari-jemari lentik milik Xena menari indah diatas kanvas tersebut, sungguh melukis adalah kesukaanya, sudah lama sekali pula ia tidak pernah melukis.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Cinta yang Diracik Takdir

Cinta yang Diracik Takdir

Ia membukanya perlahan. Di halaman pertama, gambar desain gaun sederhana. Di halaman berikutnya, sketsa restoran. Di halaman lain—potret Grandma yang ia gambar di taman – Paris. Dan di salah satu halaman, tanpa sadar … wajah Evan. Siska terdiam lama menatap sketsa itu. “Bodoh,” gumamnya pelan. Ia mengambil pena, lalu dengan tangan sedikit gemetar, mencoret gambar itu perlahan. Tidak sampai merusaknya. Hanya cukup untuk membuatnya tidak lagi sempurna.
681 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Kakak Kelas dari Mimpiku

Kakak Kelas dari Mimpiku

Menggambar selalu menjadi pelarian terbaiknya saat otaknya dipenuhi banyak hal. ​Sketsa pertamanya adalah sebuah rumah modern kontemporer yang besar—rumah Natha. Di halaman berikutnya, dia menggambar Ketua OSIS-nya itu, lengkap dengan sudut bibir yang terangkat tipis, menampilkan binar jahil yang persis seperti ekspresi Natha di dalam mobil tadi.
10451 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

"Ambilkan tas kanvas itu!" ​Hendrik buru-buru menyodorkan tas kanvas kotor milik Willem. Bukannya mengeluarkan draf stasiun atau peta rel kereta api Eropa yang biasa ia agungkan, Willem justru mengeluarkan beberapa lembar kertas kosong dan sepotong arang dapur. ​Dengan tangan yang tidak lagi gemetar, Willem mulai menggoreskan arang tersebut di atas kertas. Namun, ia tidak lagi menggambar pilar-pilar neoklasik Barat atau lengkungan kastil Belanda.
670 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Hari ini sabtu, anak-anak berseragam cokelat melipat kesenangan mereka di dada. Wajah diluruskan demi menatap gerik bibir Caca menjelaskan. Ada sebuah kanvas di depan papan tulis, Caca memberi coretan sketsa sungai dan rumput, kemudian bibir dan tangannya bekerjasama menuntun para siswa. Kuas bergerak ragu-ragu. Ruang kelas disorot cahaya pagi melalui gorden jendela.
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

"Nah, ini dia!" Reni memekik senang. Segera ia bawa sketch book itu ke sofa dan menggambarkan sesuatu di sana. Tentu saja dengan meminjam alat gambar Arjuna. Tak lama kemudian Reni sudah tenggelam dalam gambaran-gambarannya tanpa memerdulikan hujan yang semakin deras.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Aku Istrimu, Bukan Samsak Tinju

Aku Istrimu, Bukan Samsak Tinju

Lekas beranjak ke kamar dengan mengeluarkan alat tempurnya yang akan menghasilkan cuan fantastis jika mengingat angka yang ditulis Bara di surelnya kemarin untuk harga sebuah lukisan yang diminta. Satu minggu adalah batas waktu yang diberikan. Tapi waktu longgar Ghea tidak akan banyak setelah besok mulai bekerja. Kemarin Ghea sudah memulai cukup jauh. Membuat sketsa awal dengan 5 jenis pensil yang dipakai sesuai dengan kebutuhan. Dari pensil jenis HB, 2B, 5B, 8B sampai pensil mekanik 4B sudah dipakainya bergantian.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai sketsa gambar di kanvas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status