Aku Ingin Kau Jadi Milikku
Faw fawsampai kau jadi milikkulirik aku ingin kau ada disinidahulu kau mencintaikulirik ku ingin kau tahu diriku disini menanti dirimu
Ia meraih kertas kosong dan spidol dari meja Haruto, lalu mulai menggambar sketsa kasar—bukan bentuk produk, tetapi komposisi atmosfer.
“Gunakan warna-warna hangat. Hindari kesan formal atau kaku. Tampilkan adegan sederhana: seseorang pulang larut malam, lampu rumah yang menyala, atau tangan yang menyentuh pintu dengan rasa lega. Biar audiens mengingat pengalaman pribadi mereka sendiri.”
Haruto menepuk meja, matanya berbinar. “Brilian! Kenapa aku tidak kepikiran sejauh ini?”