Sketsa Hujan
Berkali-kali, Aksara akan tiba-tiba muncul di depan jendela kamar kos Elang di lantai bawah, mengetuk kaca dengan senyum jahil, lalu menyodorkan nasi bungkus hangat di pagi buta.
"Makan dulu, Lang. Otak butuh glukosa buat debat sama dosen pembimbing," suara Aksara seolah terngiang kembali di telinganya.
Bahkan di malam hari, saat Elang sedang berada di puncak stres, Aksara sering menyelipkan es krim cokelat di antara jeruji jendela, hanya agar Elang tidak terus-menerus galau.