Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senandika

Senandika

“Orang di belakang lo…nggak ngapa-ngapain.” Setelahnya ia memainkan pulpen dengan tangannya, mulai menulis menyatat materi dan mengerjakan soal. Jevan mengerutkan dahinya bingung, tidak mungkin kan Shera dari tadi menatapnya sambil tersenyum? Jevan segera menggelengkan kepalanya, Shera yang tidak sengaja melihat itu tersenyum kecil. “Ngomong-ngomong, lo udah ngisi grafik nilai yang kemarin dikasih Bu Nana?” tanya Shera mulai membuka percakapan dengan nada pelan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia duduk di kursi. Melihat kertas-kertas itu. Ada beberapa sketsa sederhana. Ide-ide kecil. Tulisan-tulisan yang belum selesai. — “Aku nggak tahu harus bantu apa,” kata Rafa jujur. Rendra tersenyum. “Kamu nggak harus bantu apa-apa.” “Terus?” “Cukup tetap jadi kamu yang sekarang.” Rafa terdiam lagi. Kalimat itu terasa ringan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

goda sang perias sambil mulai membersihkan wajah Selin. Proses merias pun dimulai, Selin hanya diam membisu saat kuas-kuas halus itu mulai menari di wajahnya. Karena menggunakan adat Jawa Solo, puncak dari riasan ini adalah pembuatan Paes. Jadi butuh ketelitian dan kerapian. Dengan penuh konsentrasi, sang MUA itu melukis lekukan hitam pekat di dahi Selin menggunakan pidih.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

“You’re the pain carver after all.” Kali ini giliran Sheena yang kehilangan suara. Ratusan klien sudah ia hadapi. Namun, untuk pertama kalinya ia dibuat gentar oleh seorang gadis remaja. Ditatapnya balik pandangan Indira, lama. Sheena ikut merasakannya di dalam mata Indira, vibrasi yang saling beresonansi. Sebuah Inspirasi. Cepat-cepat Sheena mengambil pensil hektograf dan membuat sketsa di atas kertas stensil yang nantinya akan dijadikan cetakan stensil untuk tato yang akan dibuat. Jemarinya bergerak lincah, menguaskan beberapa garis, dan segera disambut mata Indira yang seketika membelalak.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ejek Zelina “Iya , saya gila,” Sena menjeda ucapannya “Gila karena kamu,” lanjut Sena Zelina yang mendengar jawabann dari Sena pun justru tertawa terbahak bahak. Ia bukan tipe cewek yang mudah digombali. “Kenapa kamu ketawa, apa ada yang salah?”Tanya Sena “Emmm gakada. Dasar tua tua keladi,”ejek Zelina
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

lanjut Elena pelan, “dan kau tidak menjadi bagian dari itu… apakah kau siap untuk melepaskannya sepenuhnya?” Reyan diam. Karena jawaban itu belum bisa ia ucapkan. Terlalu perih untuk disebut. Terlalu nyata untuk diingkari. ** Di galeri, Lucas menyerahkan sketsa kasar kepada Jasmin. Tangan mereka tak sengaja bersentuhan. Tapi kali ini, Jasmin tidak menariknya buru-buru. “Aku suka konsep ini,” katanya sambil menunjuk siluet perempuan di tengah lukisan.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
TERSESAT DI SARANDJANA

TERSESAT DI SARANDJANA

Besar-besar, ukurannya beda jauh dengan anggur yang ada di dunia nyata. Disuapkannya ke mulut Anang. Anang begitu menikmati manisnya buah anggur tanpa biji itu. Pasangan suami istri itu tengah menikmati indahnya langit sore yang berkilau. "Negeri dengan hewan-hewan buas adalah negeri terkutuk," imbuh permaisuri Gompeng. "Di Sarandjana, ndak ada hewan berbisa. Ular kobra ndak menyembur racun. Singa, harimau dan serigala bergaul akrab dengan manusia."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Sesekali Ziko meremas kuat gundukan kembar itu. 'Gede juga teteknya,' gumam Ziko dalam benaknya sambil tersenyum menyeringai saat sesekali mengarahkan pandangannya kearah raut wajah Senja. "Gimana, enak?" tanya Ziko asal diiringi dengan tawa kecilnya. "Dasar bajingan, lepaskan aku..!!" umpat Senja kemudian berteriak. Ziko menghentikan tawanya, lalu beranjak turun dari atas tubuh Senja, kemudian turun dari ranjang lalu mengambil kembali pisau kecil yang tadi ia buang ke lantai.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Jeratan Cinta Kakak Tiri

Jeratan Cinta Kakak Tiri

Sketsa close up dirinya yang terlihat sangat detail dan nyata. Brian menganggukkan kepala. “Sketsa itu sudah lama aku buat untukmu, tapi aku baru berani memberikannya sekarang. Luna… aku…” Dengan berani Brian menyentuh tangan kiri Luna yang berada di atas meja, membuat wanita itu tersentak kaget dan segera menarik tangan sebelum Brian melanjutkan ucapannya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

Demi mendapatkan kesempatan ini, Nona Muda Zhang mengancam dengan nyawanya sendiri. Seinna duduk dan mulai melukis di depan canvas lalu mulai membentuk sketsa. Dia hanya melukis apa yang ada di pikirannya. Sketsa seorang anak lelaki terbentuk. Seorang anak yang selalu muncul dan mengganggu setiap malamnya. Nafasnya begitu berat melihatnya, anak yang mirip dengannya ini tidak akan pernah hadir lagi dalam hidupnya. Waktu berlalu dengan cepat tanpa disadari olehnya. Ponselnya berdering memperlihatkan nama Presiden Yan di layar. “Hallo,” sapa Senna pada si penelepon.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai sketsa senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status