Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja Pertama

Senja Pertama

Namun seperti biasa yang Sendanu dapatkan adalah tak ada respon dari Nana. “Kamu mau bikin es apa kok cari es batu Nu?” Segera Sendanu menarik tangannya dan memasukkan ke jaket. “Buat ngompres wajah gue.” “Wajah kamu kenapa?” Nana kehilangan fokus saat dia melihat ke Sendanu. Alhasil tubuh Nana oleng dan hampir terjatuh tapi Sendanu lebih sigap sehingga bisa menangkap lebih dulu.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as sketsa senja
Read
+Library
Renjana

Renjana

Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu? Dengan angkuh dan sombongnya cowok itu menunjuk name tag yang terpasang di bajunya, “sombong sekali” pikirku, lalu kutulis namanya dengan menekan kuat-kuat pena yang ku pegang. “Baru satu minggu hidup disini sudah banyak bertemu orang dengan kesombongan tingkat dewa,” gumamku kesal.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as sketsa senja
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Sebuah cermin panjang memenuhi satu sisi dinding, dibingkai dengan ukiran kayu jati berwarna keemasan yang rumit dan indah. Aku berdiri mematung di tengah ruangan, tangan ku sandarkan di depan perut dengan hati yang berdebar kencang. Rasanya seperti sedang memasuki kehidupan orang lain yang terlalu jauh dari dunia pesantren yang sudah aku kenal sejak kecil. Gaun demi gaun diperlihatkan padaku oleh tim perancang, kain sutra yang meluncur di tangan mereka seperti aliran air yang lembut, payet kecil berkilau seperti bintang di bawah lampu, dan renda yang menari lembut setiap kali digerakkan. Para perancang bergerak dengan cepat dan cekatan, menyematkan jarum sementara, mengukur pinggang, bahu,
577 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as sketsa senja
Read
+Library
Secangkir Cinta

Secangkir Cinta

Mereka berdua saling bertatapan. "Kamu lapar?" Tanya Irene Rey hanya bisa tersenyum malu. "Karna aku lapar juga, aku mau delivery. Gimana kalau pizza?" Cetus Irene Mata Rey membulat bahagia. Tangan Rey menarik lapisan pizza perlahan dan melahapnya. Sore menjelang malam memang enak untuk memakan junkfood. Irene juga tak kalah lahap dengan Rey. Ia menyukai sensasi keju mozarela yang elastis.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as sketsa senja
Read
+Library
Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda

‘Pak Damian mau modus apalagi sih? ​Ia berdiri tepat di samping meja Damian, menyodorkan layar tabletnya dengan tangan yang sedikit gemetar. "Ini, Pak... Saya baru bikin sketsa kasar buat tema 'Serenade of Night'. Konsepnya perpaduan antara batu safir gelap sama lekukan emas putih yang melambangkan keindahan malam yang tenang tapi misterius. Gimana menurut Bapak? Udah masuk kriteria belum—" ​Sreeet.
1045.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sketsa senja
Read
+Library
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as sketsa senja
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Murid serentak Sudah satu jam berlalu Ira belum juga mulai menggambar karena ia memang tidak ada bakat menggambar. “Wah Irsab kau selalu embuatku kagum, gambaran kamu bagus sekali aku suka,” kata Ira sambil melihat gambar Irsab. “Kau suka? Kalau gitu buat kamu saja,” kata Irsab “Tidak itu kan gamabaran kamu, seharusnya buat kamu sendiri, aku tidak mau,” jawab Ira “Lalu kamu akan mengumpulkan apa? Memang kamu biasa gambar? Toh ini juga sengaja aku gambar buat kamu jadi aku buat seadanya,” kata Irsab
106.8K viewsOngoingAdded to Library 266 Times as sketsa senja
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Itu kalimat pertama yang bisa aku ucapkan sejak saat kado itu diserbu oleh mereka. Sketsa itu aku buat persis di malam hari setelah aku dan Andre jadian. Wajah tampannya yang terlihat macho hari itu terbayang-bayang di anganku, lalu aku terpikir untuk mengabadikannya dalam gambar. Inginnya aku simpan sendiri, tapi semalam aku berubah pikiran dan memasukkan sketsa itu ke dalam kotak hadiah untuk Andre. Tentunya aku sudah sempat mengambil gambarnya dengan kamera ponselku. "So sweet banget sih kamu, Rin," kata Santi yang sudah kembali ke mejanya di sebelahku. Aku mencebik malu-malu.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 451 Times as sketsa senja
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Nona Senja, apa saja yang Anda suka." Senja mengangguk, mengambil palet, mencelupkan kuas ke dalam cat, dan segera mulai menggoreskan kuasnya ke atas kertas. Tak lama kemudian, sebuah gambar hutan lebat dan mata air yang jernih terbentuk. Stuart mengamati goresannya, yang mengalir bebas dan santai, tampak halus dan nyaman. Hanya dengan beberapa goresan saja, orang sudah bisa melihat keterampilan sang seniman. Gayanya memang menyerupai sketsa yang sudah ia kirimkan ke email perusahaan. Hal ini telah mengurangi keraguannya beberapa poin.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as sketsa senja
Read
+Library
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Jacob melirik ke luar jendela, lalu berdiri hendak keliling di luar sana. Setelah Sienna menyelesaikan sketsa lukisannya, dia baru menyadari ternyata langit sudah gelap. Lukisan yang ingin dilukis Sienna adalah lukisan seorang lelaki tua sedang memancing, lalu dipadukan dengan latar gunung dan sungai. Lukisan ini menghilangkan kesan monoton di dalam ruangan. Piring cat warna Sienna terlihat agak kotor. Dia pun pergi ke wastafel di ujung sana untuk mencuci kuas dan juga mengganti air baru.
9.3857.1K viewsCompletedAdded to Library 30.0K Times as sketsa senja
Show Reviews (296)
Read
+Library
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status