Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Setelah menelepon ayahnya dan ternyata mereka berdua ada dirumah sakit karena sedang mengikuti terapi, Ochi dan Orlando pun memutuskan untuk menjenguk orang tua nya disana saja. Sketsa wajahnya ditampilkan di televisi pada berita dimalam hari. JK memandang sketsa yang mereka katakan sebagai wajah barunya sambil tertawa geli. Lucu sekali. Wajah yang mereka ciptakan itu sama sekali tidak ada mirip-mirip nya dengan dirinya. Telinganya besar sekali seperti kuping gajah. Belum lagi hidungnya yang digambar mirip dengan sadel vespa antik tahun 60-an. Dan ya Tuhan itu rahangnya kenapa begitu tirus sampai menyerupai kuda seperti itu? Dia tidak punya rahang jelek seperti itu! Entah kenapa gambaran mer
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 681 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
CEO Itu Mantan Ketua Osisku

CEO Itu Mantan Ketua Osisku

Dengan hati-hati Satria mengambil kertas itu untuk melihatnya. Ternyata ada sketsa wajah seorang anak kecil yang belum jadi. Satria sedikit mengernyit. Setelah dilihat-lihat, dia merasa wajah yang digambar Nara seperti familiar. Tapi dia tidak dapat mengingat wajah siapa itu. "Siapa ya? Kayak pernah liat," gumam Satria. Saat Satria sedang serius melihat sketsa wajah itu, tiba-tiba suara keras mengejutkannya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
MISTER GEPENG

MISTER GEPENG

Jawabku dengan wajah sedikit sedih “hmmm anak papa mah bisa semua dong, coba tunjukin dulu ke papa hasil gambaran adine, pasti lebih bagus daripada hasil gambar orang lain”. Ucap papa menyemangatiku Aku mengambil tasku dan segera mengeluarkan buku gambar. Aku memberikan buku gambar itu kepada papaku. Lalu papa membuka buku gambar secara perlahan. Dia tersenyum melihat hasil gambarku, saat papa membuka lembar selanjutnya tiba-tiba saja aku melihat gambar yang ditunjukkan oleh lidya didepan kelas tadi. Ya, sketsa toilet sekolah dengan pria memakai jas serta topi fedora itu. Aku terkejut dan langsung mengambil buku gambar dari tangan papaku. Aku rasa, papa sudah melihat gambar itu, saat melihat
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

Jay terpaksa mengalihkan pandangannya ke gambar. Terlepas dari sapuan penanya yang terampil, tidak ada satu pun manfaat dalam sketsa potretnya. Kalau dilihat secara terpisah, fitur wajah orang tersebut adalah maha karya Tuhan, meskipun kalau disatukan, hasilnya bisa dikatakan seperti adegan kecelakaan mobil. Ini tentu saja tidak mencerminkan standar Angeline.
9.43.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108.0K kali sebagai sketsa wajah orang tua
Tampilkan Ulasan (884)
Baca
+Pustaka
Alce Sandra Pieter
kena bonus coin berkurang sama waktu baca bertambah,dah Gito harga coin juga mahal belum lagi kena pajak?? yg coin 100 gak pernah ada disconnya,,harusnya buat cerita yg bab di atas 2000 harga buka bab 3 bab kek hehehe,maaf ya ini cuma saran aja,,lagian banyak ini apk baca yg gratisan juga ............
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

“Aku … hanya sedang khawatir Ayah.” Tangan lentiknya mulai membuat goresan sketsa asal di atas kanvas tersebut. Hanya goresan samar, tidak jelas. Mungkin sekilat seperti benang kusut. Atau … tali yang saling terjalin satu sama lain seperti isi kepalanya yang kusut. Duke Moreau berjalan mendekati putrinya. Tatapannya beralih dari wajah putrinya lalu berpindah pada lukisan yang baru di sketsa saja. “Apa yang membuatmu khawatir?”
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
TERIKAT PERJODOHAN

TERIKAT PERJODOHAN

Wajah cantiknya tampak seperti orang yang tengah memikirkan sesuatu. “Abang, cara buatnya susah?” “Gampang kok.. Kapan-kapan kita buat. Tapi nggak bisa langsung jadi. Harus nunggu lama..” “UHUK!” Untuk kesekian kalinya, Xaviera tersedak. Kali ini jauh lebih menyakitkan dibandingkan sebelumnya. Ia lalu menatap horor kakak satu-satunya. ‘Nyari mati!’ Ucapnya tanpa suara. Sebuah kebiasaan dimana hanya gerakan bibir lambat yang sering mereka gunakan, sebagai alat komunikasi ketika mengejek sang papa.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

“Mama, tadi aku gambar ini.” Arlan menunjukkan gambar keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, nenek dan dirinya. Sasha tersenyum melihatnya. “Ini siapa?” “Papa.” “Kok gelap wajahnya?” tanya Sasha. “Habis Arlan gak tau wajah Papa gimana. Mama gak kasih tahu.” Sasha hanya mengusap kepala Arlan, lalu meletakkan kertas gambar itu.
9.421.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 558 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Sang Kakak Buat Aku Tergila

Sang Kakak Buat Aku Tergila

"Tapi dia ngancam aku dan bayiku. Ini aneh." Aluna tidak bisa fokus pada desainnya. Ia terus mondar-mandir di dalam kamar. Seketika langkah Aluna terhenti. "Wajahnya kayak familiar gitu. Tapi ini pertama kalinya aku ketemu mereka." Aluna memilih duduk sambil terus memijat pangkal hidungnya. Aluna mencoba merebahkan tubuhnya dan akhirnya ia terlelap. Sementara di rumah pria tua itu. Ada perdebatan kecil yang belum selesai dari tadi sore. "Jangan terlalu keras sama mereka."
978 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Cinta yang Diracik Takdir

Cinta yang Diracik Takdir

Ia membukanya perlahan. Di halaman pertama, gambar desain gaun sederhana. Di halaman berikutnya, sketsa restoran. Di halaman lain—potret Grandma yang ia gambar di taman – Paris. Dan di salah satu halaman, tanpa sadar … wajah Evan. Siska terdiam lama menatap sketsa itu. “Bodoh,” gumamnya pelan. Ia mengambil pena, lalu dengan tangan sedikit gemetar, mencoret gambar itu perlahan. Tidak sampai merusaknya. Hanya cukup untuk membuatnya tidak lagi sempurna.
682 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Di atas kain itu, sketsa wajah bayi pertama Caraka terpampang samar. Puspa mengernyitkan dahi, matanya memicing tajam. "Jika dilihat lagi, anak ini sangat mirip dengan Prama," bisiknya. Ia terus meneliti lukisannya itu, sampai akhirnya mengembuskan napas pelan dan menyimpulkan, "Ingatan manusia adalah wadah yang rapuh." Puspa diam sejenak dan memejamkan mata, keningnya makin mengkerut. "Jika Puspa memaksakan diri untuk menghafal seluruh garis wajah bayi itu sekaligus."
10400 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status