Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Kontrak dengan Dosen Feminim

Pernikahan Kontrak dengan Dosen Feminim

Dan ide mulai muncul di kepalanya. Selama beberapa hari berikutnya, Rhea sibuk menyiapkan hadiahnya. Untuk Mama Michael, ia memutuskan untuk membuat sebuah sketsa wajah pasangan itu dalam bentuk ilustrasi artistik. Ia bukan seorang pelukis profesional, tapi ia bisa menggambar cukup baik, jadi ia ingin mencoba. Untuk Papa Michael, ia memilih sebuah buku jurnal kosong dengan sampul kulit, lalu menambahkan kutipan indah di halaman pertama yang ia tulis dengan tangan sendiri.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Nara menduga, jauh di lubuk hati Sakha, ia tak pernah menyetujui pernikahan ayahnya dan dirinya. Nara melirik selembar kertas yang tergeletak di meja belajar Sakha. Nara memerhatikan baik-baik gambar yang tercetak di kertas itu. Ada laki-laki dewasa, perempuan dewasa, dan seorang anak laki-laki di tengah-tengah. Di bawah gambar masing-masing karakter ada tulisan yang menunjukkan siapa saja orang yang ada dalam gambar. Ayah-Sakha- Ibu. Nara juga membaca satu kalimat berbunyi 'I miss you Ibu...'
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Membawa Kabur Benih Sang Paman

Membawa Kabur Benih Sang Paman

Langkahnya terhenti ketika melihat Steven duduk di tepi ranjang, memandangi sesuatu yang ada di tangan. Gambar. Kertas berwarna dengan coretan krayon: seorang pria berjas, seorang wanita dengan rambut panjang, dan seorang anak kecil yang berdiri di tengah-tengah mereka, tersenyum lebar. Di bagian atasnya tertulis dengan huruf besar-besar: “PAPA, MAMA, AKU.” Yara membeku. Steven menoleh pelan lalu mengangkat gambar itu. “Dia menggambar ini pagi tadi?” tanyanya kemudian.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Godaan Jin Dasim

Godaan Jin Dasim

“Aku minta uang boleh? Aku mau beli skincare” “Buat apa beli kayak gitu? Skincare yang baik itu hanya air whudu’. Makanya sholat selalu tepat waktu, biar wajahnya cerah! Gak dekil kayak gitu!” Yesa menunduk, sakit hatinya di perlukakan seperti itu. Padahal orang tuanya selalu mengutamakan penampilan Anak-anaknya, Yesa selalu di beri uang jajan dan bulanan untuk membeli keperluan pribadinya. Meski bukan terlahir dari orang kaya tetapi orang tua Yesa selalu mengutamakan Anak-anak dan keperluan mereka. Yesa masih ingat dulu saat Bapaknya berkata.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
BODYGUARD KESAYANGAN

BODYGUARD KESAYANGAN

tanya sang putri dan membuat Saka tersenyum. “Tidak pakai apa-apa, memang bangsa kita umurnya panjang dan awet muda. Yang paling tua Guru Wirata, tapi wajahnya juga tidak menua.” “Oh, gitu, terus kalau Aya gimana? Kan, setengah manusia gitu, ya?”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Ibu tidak tidur selama 3 hari penuh. Dia yang berlutut di atas lantai menyentuh tulangku dengan hati-hati dan menggambar sketsa segaris demi segaris. Saat menggambar sketsa ke-10, sedikit akal sehatnya yang tersisa akhirnya sirna. Aku berjongkok di samping sambil melihat semua sketsa yang digambarnya. Sketsa itu sangat bagus dan mirip denganku. Setelah memandang sketsa-sketsa itu sesaat, aku tiba-tiba merasa agak terkejut. Ternyata, aku terlihat begitu cantik di dalam sketsa yang digambar Ibu.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Wajah Asli Adikku

Wajah Asli Adikku

Wajah blasteran yang ia dapat dari garis keturunan ayahnya, membuatnya semakin bersinar di mana pun berada. "Lihat Kak persamaan wajah kita! Kita ini sama-sama cantik. Cuma sayang warna kulitnya saja yang berbeda. Aku putih, Kak May ...." Matanya melirikku. "Cokelat manis. Oh, ya lupa, bola mata kita pun berbeda. mataku biru dan punya Kak May, hm ... Biasa saja, cokelat. Sama seperti warna kulit Kakak yang manis. Namun masih manisan senyumku bila tersenyum. Mungkin itu salah satu daya pikatku menarik kaum Adam."
9.9144.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Asisten Pribadi

Bukan Sekedar Asisten Pribadi

tanya Robby nada takjub dengan hasil gambar sketsa. “Iya. Saya menggambar ini saat berusia lima belas tahun dan saya masih mengingatnya saat itu sehingga mencegah daya ingat yang kemungkinan berkurang banyak. Saya takut lupa dengan wajah seseorang yang membuat ayah saya meninggal dunia,” jawab Zahra dengan mengangguk pelan. “Sketsa ini tidak pernah ditunjukkan kepada Ayah saya? Detektif yang mengusut kematian ayah dan adikmu?” tanya Robby lembut.
770 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Sekarjati mengamati dengan seksama setiap guratan pensil yang perlahan-lahan membentuk sketsa wajah laki-laki. "Dia yang menatapmu dengan kebencian?" tanya Sekarjati sedikit ragu. Sastra menyerahkan sketsa miliknya kepada Sekarjati untuk diamatinya lebih lanjut. Sketsa wajah laki-laki dengan sorot mata tenang dan teduh serta memancarkan aura yang tak biasa sekalipun hanya sketsa wajahnya.
768 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Gadis Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Kesayangan Tuan Mafia

"Sketsa ini digambar oleh seorang pelukis terkenal dari Amerika yang bernama Leon Sanders. Aku pernah mengundangnya ke mension ku untuk membuat lukisanku dengan ayah angkatku Nathan. Tapi setelah dia selesai membuat lukisan kami, Leon kemudian mengatakan dia juga bisa membuat sebuah sketsa wajah seseorang hanya dengan mendengar bagaimana gambaran bentuk wajah mereka." "Aku tertarik untuk meminta Leon melukiskan wajah kedua orang tuaku. Tapi sayangnya saat itu aku benar-benar bingung bagaimana bentuk wajah mereka, bahkan aku tak memiliki satu pun foto peninggalan kedua orang tuaku. Semuanya habis dilalap oleh api saat usiaku masih 5 tahun. Maka ketika Leon bertanya tentang bagaimana bentuk ma
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sketsa wajah orang tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status