KSATRIA API PHOENIX
Ryu memegang bahu Ezio erat, “Janji yang tak boleh dilupakan. Kita adalah satu, dan bersama, tidak ada yang bisa memadamkan nyala kita.”
Mira tersenyum tipis, “Besok fajar bukan hanya awal baru, tapi awal pertempuran besar. Kita harus siap membawa perubahan — melalui api dan jiwa.”
Di luar rumah tua tersebut, angin malam membawa aroma tanah basah dan daun remuk, mengelus lorong-lorong kota yang sunyi. Namun di balik itu, kegelapan bergerak dengan diam-diam. Mata-mata kaisar yang tersembunyi terus mengintai setiap gerak-gerik. Petugas pengintaian mereka melaporkan aktivitas tidak biasa, cahaya kecil yang berpindah-pindah, seperti bayangan api di tengah badai.
Hot Chapters