KEMBALINYA SANG RATU
Ia tahu, bahwa untuk mempertahankan Buton, ia harus menyatukan segala kekuatan—ilmu pengetahuan, budaya, dan jiwa—sebagai satu entitas yang tak terpecah.
Kemudian, di sebuah simposium internasional yang diadakan di Benteng Keraton Buton, Lintang berdiri di hadapan para pemimpin dunia, para akademisi, dan tokoh adat. Dengan suara yang penuh semangat dan keyakinan, ia memaparkan visi masa depan Buton sebagai pusat kebudayaan yang terintegrasi dengan kemajuan teknologi. Dalam pidatonya, ia menuturkan bait-bait kuno yang telah diwariskan melalui naskah-naskah kabanti:
"Di mana janji tertulis, di sanalah harapan tak akan pudar;