Young Mom
“Ma...”
Akhirnya Jeni bisa bersuara setelah terdiam sekian lama.
“Jeni, Jeni, apa benar itu kamu sayang?”
Jeni kembali terdiam, ia tak kuasa menahan tangisan rindu juga rasa bersalahnya terhadap mamanya.
“Jeni, apa benar itu kamu? Mama sangat merindukanmu Sayang.”
Jeni tak menjawab, hanya isak tangisnya yang tak mampu lagi ia bungkam.