Istri sebatas harapan
Arinda semangat bertanya, sementara Nazwa bergelendot manja ke papa mertuaku.
“Iya, dong. Ayo, kita rapihin karpet taruh di ruang tamu, kalian kuat angkat sofanya, nggak?” goda papa mertua, padahal sofa itu enteng, dan hanya ada satu dengan meja tamu kecil juga. Pintu ruang tamu model kupu-kupu bercat coklat tua, membuat leluasa mengeluarkan sofa dan meja.
“Kuat, lah, Ki! Ayo!” Arin semangat, Nazwa meletakkan belanjaannya di dapur, ia memandangiku sendu.
Bab Populer