Kontrak Suci
Sayangnya, yang tersedia hanyalah sebuah sofa tunggal, yang hanya cukup untuk diduduki tanpa bisa dipakai merebahkan tubuh.
“Ngapain kamu tidur di sana?” Arif bertanya balik sambil meletakkan bantal di sofa sebagai sandaran punggung. Setelah dilihat lagi, sepertinya tidurnya malam ini tidak akan nyenyak. “Sepertinya besok aku mau beli sofa recliner seperti di bioskop kemarin. Buat jaga-jaga kalau ibuku datang mendadak lagi.”
“Datang lagi?” Suci masih saja duduk di tepi tempat tidur, karena sungguh tidak enak hati jika harus merebahkan tubuh untuk beristirahat.
인기 회차