Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu
Suara wartawati itu terdengar jernih dan lantang, menggema ke seluruh penjuru ballroom melalui pengeras suara.
Dalam sekejap, ruangan yang semula riuh mendadak hening.
Ibu sempat tertegun.
Namun sedetik kemudian, senyum lebar kembali menghiasi wajahnya.
Dia segera menarik tangan Naira dan mendorongnya ke depan wartawati.
“Mbak, sepertinya Anda salah orang.”
“Putri kami namanya Naira. Dia mahasiswa baru Universitas Orlena. Orang yang Anda cari pastinya dia, ‘kan?”