DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Rania menatap pria itu dengan dahi berkerut dalam dan mulut yang sedikit terbuka.
Ia mengerjap beberapa kali, mencoba memproses rentetan kata yang baru saja diucapkan Sadewa.
Kalimat itu terdengar begitu absurd, tidak rasional, dan di luar nalar di telinganya.
"Kesepakatan... apa? Aku tidak mengerti."
"Aku menawarkan sebuah win-win solution di sini, Rania. Sebuah jalan keluar yang menguntungkan untuk kita berdua," jelas Sadewa lambat-lambat.