Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Kembali lagi kepada Febri yang sedang bersedih tadipun mulai di tenangkan oleh Santi. Santi : " yang sabar yah feb, udah kamu jangan sedih lagi aku gabakalan kek gitu ko tenang aja yah". (Santi menenangkan Febri sambil memeluknya) Febri : " Iyah san makasih yah ".
9.53.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
DEATH

DEATH

Ini adalah kesempatan pikir mereka. Sosok itu tertawa mendengar apa yang barusan ia dengar. “Aku menyukai kegigihan mu meski kau cukup bodoh dan satu hal lagi jangan pernah memamerkan aset mu yang rata itu.” “Siapa yang kau bilang bodoh dan apa yang kau maksud aset yang rata?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

“Aku gak emosi yank kan Kowe Yo ngerti nk emang lehku ngomong koyok nguno,dan aku Yo nyesel wis ngomong nguno Nok awakmu,dan aku janji GK bakalan ngomong koyok nguno mneh” “Uwislah gausah didebatke meneh, sing wis terjadi yo uwis,Aku ngerti omonganmu koyo ngunu tapi sak orake ngeti kondisi lah tekmu omong, aku Cuma omong hilih malah tekan ndi2, Wong tuo ku wae gatau omong koyo ngunu,Aku iso noleransi opo wae kesalahanmu tapi gawe iki sepurane aku gaiso” “Hiyo yank maap,Nggo Iki emang aku sing salah,Wehi kesempatan aku nggo sing terakhir kaline,Gabakalan aku ngomong kok nguno mneh Nok awakmu”
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

jawab Runi tersenyum tipis. Saksia merangkul pundak Runi dan membalas senyuman Runi yang terlihat terpaksa itu. "Sorry ya Ni, gara-gara Gue Lo jadi ikut menderita gini!" ungkap Saskia mengingat apa yang telah ia lakukan kepada sahabatnya itu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

ujar Rein dengan wajahnya yang berseri-seri. “Dih... masa lo baru kasih tahu gue? Tega banget lo sama sahabat sendiri...” Meski sakit, Reina terus saja memberikan reaksi seakan ia ikut merasa bahagia dengan semua itu. “Sorry.... sorry Reina. Kemarin tuh gue kesenangan banget, terus gue juga kayak gimana gitu. Pokoknya gue ngerti lagi sama perasaan gue, jadinya gue gak tahu harus kayak gimana. Maaf banget...” Rein memeluk sahabatnya meminta maaf padanya, karena ia telat membagikan kabar bahagia ini.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka

Maaf, Sudah Berlalu

Ini membuat hatiku benar-benar merasa tenang. Dalam perjalanan pulang, Steven tiba-tiba bertanya dengan gugup. "Aku dengar kamu akan menikah, kenapa tiba-tiba datang ke Kota Cana?" Aku menjawab dengan jujur. "Sudah putus, kami nggak cocok." Steven mengatupkan bibirnya, meminta maaf dengan sedikit malu. "Maaf, aku sudah menyinggung hal yang menyakitkan. Besok malam aku akan mentraktirmu makan. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf."
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
Amnesia

Amnesia

Pikirnya *** TBC Sorry for typo!! Thanks for reading !!
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Seon termangu. To Be Continue....
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Poor Sasha! *****
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai sorry to say
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status