Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalanku

Penyesalanku

ucap Sandi, diantara isak tangisnya. "Maaf, keputusanku sudah bulat, aku ingin segera mengakhiri pernikahan kita," tegasku. "Ku akui, aku memang salah, sudah melakukan kebohongan besar, sudah menipumu, seolah-olah aku wanita baik-baik. Semua manusia punya masa lalu, semua orang punya salah, tapi pintu taubat selalu terbuka, selama nyawa masih dikandung badan. Tidakkah kau berfikir begitu, Mas?" ucap Sandi dengan berderai air mata.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 594 Times as sorry to say
Read
+Library
YOU

YOU

Jelas sang ayah, kemudian diakhiri dengan seulas senyum tipis, yang Aluna yakini mengguratkan kekecewaan, karena ini merupakan keputusan yang berat bagi ayah --dan juga ibunya. “Paham ayah, Xavier tetep akan jadi temen yang baik buat Aluna, Xavier juga akan tetep jaga silaturahmi ayah ibu sama mamah papah. Papah juga pesen gitu tadi ke Xavier sebelum Xavier ke sini. Sekali lagi, Xavier minta maaf sebesar-besarnya sama ayah ibu karena keputusan kita yang pasti berat juga buat ayah ibu. Xavier mohon maaf, yah, bu. Xavier mohon maaf karena nggak bisa nepatin janji Xavier sama ayah, ibu buat terus ngejagain Aluna. Xavier nggak bisa nepatin janji Xavier untuk terus buat Aluna Bahagia, bahkan Xavi
2.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as sorry to say
Read
+Library
Gagal Move-on

Gagal Move-on

Tapi kupingku, masih aktif menyimak pembicaraan mereka. “Aku ngerti. Sebagai teman, aku cuma bisa mendukung. Aku harap, kamu gak akan menyesalinya suatu saat nanti.” “Gak akan. Aku gak akan pernah menyesali setiap keputusan yang kubuat,” kata Leo. Nada bicaranya terdengar begitu yakin, tapi juga terkesan mengandung dendam. “Ya udah, kalo gitu aku pergi sekarang. Penerbanganku satu jam lagi,” pamit temannya.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as sorry to say
Read
+Library
Yours

Yours

“Maaf.” Azka membeku mendengar kata maaf keluar dari bibir Rena, kata yang mempunyai banyak arti dan tidak tahu harus menanggapi apa. Tidak menduga akan mendapatkan kata ini secepatnya, Rena meminta pengampunan atas apa yang dilakukannya. “Aku seharusnya tidak melukai atau menghilangkan anak kalian, aku tidak seharusnya membohongimu dengan anak ini dan aku seharusnya sadar diri kalau tidak bisa memuaskan...”
108.9K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as sorry to say
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Safa bersedih bukan karena tidak dapat pekerjaan tapi kabar kematian Zhafran yang sangat mendadak ia ketahui. "Jadi mbak Safa sedih karena itu, ya?" "Bukan juga." "Lalu karena apa?" Safa menatap lagi wajah Rima dengan air mata yang terlanjur mengalir. "Mas Zhafran. Mas Zhafran meninggal." Tangis Safa membuncah ke sekian kali. Rima kemudian memeluknya. Hanya Rima satu-satunya orang yang bisa menguatkannya saat ini ketika ia jauh dari kedua orang tuanya. Safa juga bingung, apa yang harus ia jelaskan pada kedua orang tuanya jika ia resign di hari pertamanya kerja. Rasanya tak mungkin jika ia menceritakan perlakuan buruk atasannya itu.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as sorry to say
Read
+Library
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

SEPULUH : TIDAK UNTUK KEMBALI HOWAAA!! TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA CERITA INI TERIMAKASIH JUGA YG UDH MAU NGOREKSI DISCLAIMER : UNTUK PENULISAN RIANTI DIGANTI YA MENJADI RYANTI JADI HURUF I-NYA DIMUSNAHKAN SAJA! TERIMAKASIH. *** PUK!
107.0K viewsOngoingAdded to Library 273 Times as sorry to say
Read
+Library
Gagal Move On!

Gagal Move On!

“Gue cengeng banget, ya?” “Semua orang juga cengeng pas lagi patah hati,” tukas Karina. “It’s okay to be not okay.” [].
103.5K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as sorry to say
Read
+Library
Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

"Maaf, Nana, semuanya salahku." "Stevan, begini saja, deh. Aku juga nggak mau berdebat denganmu tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita cerai saja. Aku sudah lelah," kataku. Stevan mengerutkan bibirnya. Baru saja dia hendak mengucapkan sesuatu, ponselnya berdering. Saat dia melihat panggilan masuk itu, tatapannya penuh akan dilema.
13.3K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as sorry to say
Read
+Library
Exit

Exit

Seperti kanebo kering. “Oke. Demi mukamu yang plonga-plongo kebingunan. Aku jelasin.” Itu kalimat ledekan halus dari April yang jelas ditunjukkan padaku. Ingin menampar, tapi urung. Aku tidak mau merusak cerita yang sebenar-benarnya, yang membuatku mati kebingungan. Thanks for reading.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as sorry to say
Read
+Library
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Kembali lagi kepada Febri yang sedang bersedih tadipun mulai di tenangkan oleh Santi. Santi : " yang sabar yah feb, udah kamu jangan sedih lagi aku gabakalan kek gitu ko tenang aja yah". (Santi menenangkan Febri sambil memeluknya) Febri : " Iyah san makasih yah ".
9.54.0K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as sorry to say
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status