Klinik Khusus Pramugari Seksi
Dia mengoleskan sesuatu berbentuk pasta yang berwarna putih ke depan tubuhku, paha, dan juga bagian bawah tubuhku.
“Apa ini? Kenapa baunya berat sekali? Warna putih lagi ….” Aku bergumam dengan kening spontan berkerut.
“Ini zat penenang, biar kamu nggak begitu gugup. Sudahlah, jangan bicara lagi, kamu sudah mengganggu konsentrasiku,” jelas Dimas dengan raut dingin setelah mendengar pertanyaanku.
Tidak lama kemudian, Dimas mengeluarkan sepotong saputangan, lalu menyumpalnya ke dalam mulutku. Dia menyumpal semua ucapan yang ingin aku katakan dan juga menutupi mataku.
Bab Populer