TEMAN HIDUP
"Nif, yuk ...."
Hanif menyimpan ponsel, "Di, ini bukan yang pertama. Aku capek banget nyalamin orang sebanyak itu. Besok, ya. Kita kan mau ke Labuan Bajo, di sana bisa tenang dan bebas. Kalo udah capek gini, aku takut mainku bentar, nanti kamu kecewa." Lelaki yang sudah berstatus sebagai suami itu mengecup kening Adia sebelum melangkah ke kamar mandi.
Adia mengedikkan bahu dan tertidur terlebih dahulu.
Hot Chapters