Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

Bahkan bisa-bisa dia akan memecat Manda karna kesal. Akhirnya Manda putuskan untuk menyimpan dulu stempel milik Nicol ini dan berusaha mencari tau untuk apa yang Nicol lakukan dengan stempel ini. Kalau dilihat-lihat, bentuk yang terukir di stempel ini sepertinya tidak asing bagi Manda. Tapi ia tidak bisa mengingat lambang apa yang tertera dalam stempel. Karna lumayan mendapat petunjuk, jadi berpikir untuk tidur saja.
969 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Namanya, Kalendra

Namanya, Kalendra

Selama tidak bau, tidak akan ada masalah. "Mbak, isi daftar hadir." Kale menyerahkan selembar kertas yang sudah berisi nama dan tanda tangan peserta yang sudah hadir. Aku melihat namaku juga sudah ada di sana, aku hanya perlu membubuhkan tanda tangan di nomor yang sudah disediakan. "Panitia nya nyiapin nasi buat yang belum sarapan. Kalau Mbak belum sarapan, mau saya ambilin satu?"
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

“Cening?” “Ya, Papi,” jawab Cantra tanpa ekspektasi. “Nanti, mereka akan datang ke rumah dan mulai menyiapkan semuanya. Tolong tanda tangani saja berita acaranya. Kamu bawa stempel kan?” Cantra menengok cincin di jari telunjuknya. “Ya, aku selalu bawa. Ehm, Papi?” “Ya?” “Mereka itu siapa? Dan menyiapkan apa?” Cantra penasaran.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

Tak jauh di depan tempat mereka berhenti, terdapat bangunan berukuran sedang bertuliskan 'Green Green Lover'. Gangga memicingkan mata agar dapat membaca papan nama. Tulisan nama itu telah usang. Mungkin sering tersiram air hujan, karena tidak mungkin tersiram air laut apalagi air comberan (tapi mungkin aja sih, kalau ada yang iseng ambil air comberan pakai ember buat nyiram papan nama). Pikiran Stella sedang dipenuhi oleh si laki-laki yang kini menjadi pusat tata surya di kehidupannya. Vano.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Sebuah kartu nama berwarna dasar hitam dengan tulisan cokelat keemasan yang elegan diulurkannya padaku. "Nggak harus telepon. Kamu kirim chat aja nggak apa. Kalau harus bertemu untuk menjelaskan semuanya, aku akan langsung datang. Kirim saja alamatmu." Aku membaca sekilas nama yang tertera di sana. Reinhard Nehrin. Nama yang susah diucapkan dan sulit diingat. Semoga beberapa menit lagi aku akan melupakannya. "Ah, iya. Kenalkan, namaku seperti yang tertera di kartu itu. Panggil saja Re."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Akupun Menandatangani Namanya

Akupun Menandatangani Namanya

tanyaku dengan pelan, “Sudah kamu baca dengan teliti?” Alisnya mengkerut. “Tentu saja. Kamu pikir aku bisa buat kesalahan semacam itu?” Hatiku terasa seperti terbelah menjadi dua. Bahkan di depan Tuhan, suaranya masih penuh penghinaan pada aku. “Aku hanya ingin konfirmasi nama pengantin wanita,” ujarku dengan tenang. Marvin melirik perjanjian dan mendengus. “Sara Rusadi. Siapa lagi kalau bukan kamu?”
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Naomi pun tersenyum canggung dan lanjut berkata, “Bukannya kamu suruh aku datang menjaga putramu? Nggak salah kan aku tahu namamu?” Caden menjawab dengan acuh tak acuh, “Cayden Pangestu. C-a-y-d-e-n.” Caden sengaja menambahkan sebuah huruf “y” karena tidak ingin Naomi mengetahui identitas aslinya. Dia memang sudah memastikan Naomi bukan sengaja mendekatinya. Namun, dia tetap menyembunyikan identitasnya untuk mencegah Naomi berpikir yang tidak-tidak.
9.51.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.1K kali sebagai stempel nama
Tampilkan Ulasan (177)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Di bagian bawah dokumen tersebut, terdapat sebuah cap yang membuat jantung Celestine seolah berhenti berdetak. Itu bukan cap pribadi Nigel. Bukan pula simbol organisasi milik Pedagang Kain yang entah siapa identitasnya. Di sana, tertanam dengan tegas sebuah segel lilin merah yang dicap menggunakan cincin stempel resmi—sebuah lambang singa di tengahnya. "Stempel Kerajaan." bisik Celestine, suaranya nyaris hilang di telan sunyi.
9.821.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Alize mengambil ikatan pertama dan membukanya. Tangannya berhenti. Di sudut atas surat paling atas, ada sebuah stempel yang ia kenal—yang semua bangsawan Montveraine kenal. Bukan stempel Deschanel. Bukan stempel de Mably. “Corentine.” Suaranya berbeda kali ini. “Lihat ini.” ***
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mayor Bintang

Mengejar Cinta Mayor Bintang

DIRGANTARA. “Pakai ini ya? Berhubung nama almarhum Papa Bintang sama dengan nama Bintang, jadi kamu tidak perlu lagi cetak name tag. Pakai punya Mama saja.” Rahayu memasangkan langsung name tag tersebut di dada atas sebelah kanan Anya. “Ma ....” lirih Anya. Matanya mulai berkaca-kaca lagi. “Iya, kenapa?” tanya Rahayu yang masih fokus pada name tag Anya.
9.52.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status