Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Tatapannya sangat dingin saat berbicara, "Stempel ubur-ubur ada di pulau bagian luar. Aku menyimpannya di kamar yang kutinggali sebelumnya. Stempel itu ada di laci tersembunyi yang terletak di bawah tempat tidur." Waktu itu, Sienna merasa repot membawa stempel tersebut. Ukurannya memang tidak terlalu besar, tetapi dia merasa tidak aman jika membawanya. Jadi, Sienna langsung menyimpannya di laci itu setelah menemukan tempat tinggal. Orang itu melepaskan Timothy dan mencibir. Dia memerintah orang di luar, "Bawa anak ini keluar. Suruh orang cari stempel di tempat itu."
9.3857.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.3K kali sebagai stempel nama
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Baca Semua Ulasan
Merry Go Around

Merry Go Around

jawab Merry menunjuk masing-masing tumpukan tersebut. Liam meletakkan pulpen di tangannya dan meraih kertas-kertas tersebut. "Namamu Merry, kan?" "Iya, Pak." "Merry, apa kamu berharap saya menandatangani surat-surat ini satu persatu?" "Ng, tidak, Pak?" jawab Merry ragu-ragu. "Tentu saja tidak! Kalau saya harus menandatanganinya, apa fungsinya stempel cap milik saya? Apa kamu tidak tahu hal itu?"
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Wanita Bayaran

Wanita Bayaran

Jeremy bergegas masuk kembali ke dalam kamar, lalu membawa benda yang dimaksud Rai. Setelah mendapatkan benda itu, Rai menulis sebuah surat, lengkap dengan stempel dari benda yang terlihat seperti spidol itu. Jeremy hanya memandangi benda keren itu dengan tatapan kagum. Baru kali ini ia melihat sebuah pulpen yang berbentuk spidol dan bisa membuat stempel dengan nama orang di sana. Jeremy membaca nama yang dibuat dari benda tersebut. Raizel Adelio Etrama.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Museum koleksi Keluarga Sterne tidak terlihat seperti museum dari luar. Bangunan dua lantai itu berdiri di sudut tenang distrik barat dengan fasad batu pucat yang tidak mencoba menarik perhatian. Tidak ada papan nama besar, tidak ada spanduk promosi, tidak ada hal yang mengundang orang lewat untuk berhenti dan memperhatikan. Hanya sebuah plakat tembaga di sebelah pintu utama, ukurannya tidak lebih besar dari buku tebal, dengan tiga kata yang terukir bersih: Sterne Private Collection.
1030.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

Siapa lagi kalau bukan beliau. "Mau dibuka, Sit? Biar Simbok bantu bukain." "Boleh, Mbok." Di dalam ternyata ada beberapa kotak lagi. Simbok pun mengeluarkan satu per satu kotak-kotak tersebut." Setiap kotak tertera nama. Aku, simbok dan juga Zizah. "Simbok buka dulu yang ada nama kamu, ya, Sit. Maasyaa Allah, tas dan sepatunya bagus sekali."
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

Dinikahi Pria Terkaya, Tetapi Hatiku Sepi Merana

Dengan keringat dingin berkucur di dahi dan susah payah, sekretaris itu akhirnya menjawab, "Dokumennya ... ada cap dari stempel pribadimu .... Dari sisi prosedur ... semuanya sudah sesuai aturan ...." Stempel pribadi? Yanto langsung menyipitkan matanya, lalu tiba-tiba teringat. Stempel pribadinya memang biasanya tidak pernah lepas dari dirinya, tetapi beberapa saat yang lalu Lucinta bilang bentuknya cantik dan merengek ingin memiliki satu sebagai mainannya. Karena ingin memanjakan Lucinta, dia memang memberikan Lucinta satu stempel tiruan yang memiliki kekuatan hukum yang sama.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Tatapannya bertemu mata Nadira, tajam namun datar, seperti batu giok putih yang menjadi bahan stempel itu, dingin tapi memancarkan cahaya dari dalam. Ia menggenggam stempel itu lebih erat, seolah benda kecil itu bisa membantunya menahan sesuatu yang nyaris tumpah dari dalam dirinya. “Suka banget,” jawabnya. Suaranya pelan, tapi jujur. Tidak ada basa-basi di dalamnya.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 645 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
A Fake Protagonist

A Fake Protagonist

tanya Jane yang membuat semua orang kini memandangnya karena pertanyaannya yang menarik perhatian. “Jane benar. Itu adalah stempel,” ucap Romeo. “Ini mungkin agak gila, tapi Jika mereka sampai memiliki stempel resmi dalam perkumpulan mereka, artinya geng ini tidak main-main. Mereka pasti memiliki tujuan yang berbahaya,” lanjutnya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
OBSESI TUAN STERLING

OBSESI TUAN STERLING

Sebuah pemandangan yang sangat manis, sampai mata Vera tertuju pada sebuah bingkisan di atas meja tamu. Bingkisan itu dibungkus kertas krep hitam dengan pita perak yang sangat mahal. Tidak ada kartu ucapan, hanya sebuah amplop kecil dengan stempel lilin berbentuk logo keluarga Sterling yang sudah lama tidak Vera lihat—logo yang sedikit berbeda dari milik Kaelan. Vera mendekat, rasa penasaran menyelimutinya. Di dalam amplop itu hanya tertulis satu baris kalimat pendek dengan tulisan tangan yang sangat rapi:
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Bunuh Aku, Sayang!

Bunuh Aku, Sayang!

Meskipun ada pria dewasa, wanita dewasa dan anak-anak remaja yang berpose menghadap kamera. Kemudian instingnya tiba-tiba terusik untuk membuka bagian belakang bingkai foto yang ada di tangannya. Mata Richie membelalak. Tepat di belakang lembaran foto itu terdapat sebuah stempel lilin dengan huruf. Bukan huruf ‘H’ kepunyaan Baron Hayden, melainkan huruf ‘S’ dengan huruf tegas yang kaku. “Sadico? Apa mungkin mereka yang dulu menguasai desa ini? Damnit! Aku harus memberitahu Jack …” Richie mencungkil stempel lilin di belakang foto dan mengantonginya.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai stempel nama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status